Pertumbungan Ekonomi TTS Lambat, Dalam 3 Tahun Dibawah 1%

oleh -1.9K views
Kota SoE, Fakta TTS-Tingkat pertumbuhan ekonomi kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dapam tiga tahun terakhir lambat. Sejak 2014 hingga tahun 2016 kemarin persentase tingkat pertumbuhan ekonomi kebupaten TTS dibawah 1 (satu) persen jauh dibawah rata-rata angka pertumbuhan provinsi NTT sebesar 5 (lima) persen.
Demikian dikatakan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten TTS Ramli Kusumo, kepada Fakta TTS di ruang kerjanya, Senin (5/3/2018).
Dirincikan Romli mengacu pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2014 tingkat pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS sebesar 4,36 persen kemudian sedikit mengalami kenaikan di tahun 2015 yakni 4,40 persen kemudian tahun 2016 naik menjadi 4,86 persen sementara untuk tahun 2017 masih sementara dihitung.
“Pertumbuhannya memang lambat namun ada bergerak naik dalam tiga tahun terakhir, karena kalau bicara indeks saja meski tidak sampai satu tapi itu tetap ada pertumbuhan kecuali angkanya minus ya itu tidak berkembang,”katanya.
Dijelaskan perhitungan PDRB menggunakan harga konstan artinya produksi barang dan jasa pada tahun berjalan dikalikan dengan indikator harga pada tahun dasar yang perubahannya dibuat setiap 10 tahun
Dikatakan ada 17 indikator dalam menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berdasarkan nilai tambah setiap produksi barang dan jasa yang dilihat dari 17 sektor produksi diantaranya bidang pertanian yang melingkupi perikanan dan kehutanan, Industri Pengelohaan, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, sektor konstruksi, sektor perdagangan, transportasi, penyedia akomodasi dan makanan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, real estate. Jasa, perusahaan, administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial.
Untuk kabupaten TTS tambah Romli tidak semua sektor tersebut memberikan kontribusi positif terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi.
“Untuk kabupaten TTS kontribusi sektor yang dominan hanya pada sektor pertanian, administrasi pemerintahan dan sektor informasi komunikasi dan sedikit dari  sektor kontsruksi. itulah yang dominasi kontribusi pertumbuhan ekonmi di kabupaten TTS,”katanya.
Data Badan Pusat Statitik (BPS) tersebut kata Romli biasanya digunakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membuat perencanaan pembangunan. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *