Rugi Dobel, Puluhan Rekanan Ancam Gugat Pemda TTS

oleh -1.2K views
Kota SoE,Fakta TTS-Lebih dari 60 rekanan jasa konstruksi di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah bersepakat akan melayangkan gugatan ganti rugi kepada pemda TTS karena tunggakan realisasi pembayaran jasa pekerjaan proyek mereka sejak tahun 2012 yang totalnya mencapai sekitar Rp 45 miliar.
Mereka merasa alami beragam kerugian akibat keterlambatan pembayaran tersebut diantaranya denda galian C, denda keterlambatan dan modal yang tidak berputar.
“kalau dalam bulan agustus ini hak kami tidak dibayar kami pasti gugat ganti rugi karena kami rugi dobel-dobel akibat hak kami yang belum dibayar bertahun-tahun ini,”kata Yarid Pasumain saat bertemu wartawan di kantor DPRD TTS, Rabu (8/8/2018).
Kehadiran Yarid dan belasan rekannya di kantor DPRD TTS itu untuk bertemu bupati Ir. Paul Mella,M.Si mempertanyakan pembayaran jasa mereka.
“sebelumnya kami sudah enam kali ketemu pak sekda menanyakan soal ini dan pak sekda bilang tunggu penjelasan bupati sehingga kami datang ini untuk mendengar penjelaaan pak bupati,”kata Yarid yang mengaku punya tagihan Rp 2 miliar lebih ini.
Yarid menambahkan dalam enam kali pertemuan dengan sekda Marten Selan, pihaknya mendapat penjelasan kalau hak mereka itu akan dibayar oleh pemda dengan lebih dulu pemda membuat DPA penyempurnaan melalui peraturan bupati (perbup). Namun belakangan draf perbup tersebut kata Yarid sesuai info yang didapat dari dinas PKAD bahwa sudah ditarik kembali oleh pemda TTS sehingga mereka merasa janji realisasi pembayaran hak mereka oleh pemda TTS itu menjadi tak jelas.
Selain ke pemda TTS kata Yarid, pihaknya juga sudah tiga kali ke DPRD TTS sejak Maret lalu untuk meminta memfasilitasi pembayaran hak mereka tersebut oleh pemda TTS namun upaya itu juga belum membuahkan hasil.
Dikatakan meski tunggakan hak mereka itu sudah sejak tahun 2012 lalu namun baru tahun ini mereka mengadu karena mereka hanya ingin menjaga kemitraan yang baik dengan pemda TTS.
“kami tunggu sampai sekarang baru tagih karena kami hanya jaga mitra yang baik dengan pemerintah saja. tapi ini kesabaran kami sudah habis jadi kalau dalam Agustus ini tidak dibayar juga maka kami pasti gugat ganti rugi,”katanya. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *