Sumur Bor Di Sana-Sini, Pemda TTS Diminta Atur Harga Air Keliling

oleh -1.3K views
Kota SoE,Fakta TTS-Simon Raja Pono, warga Kota SoE mencermati belakangan ini ada sumber-sumber air buatan yang disebut sumur bor di sejumlah titik dalam wilayah Kota SoE, Ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Keberadaan sumur-sumut bor tersebut dirasa cukup membantu warga dalam memperoleh air bersih ditengah sulitnya warga dapatkan suplai air dari PDAM TTS, namun dibalik itu ia juga melihat ada sisi negatifnya karena dapat mengancam ketersediaan sumber air bawah tanah jika pembuatan atau keberadaannya tidak melalui suatu analisa dan kajian tekhnis.
Kepada Fakta TTS, Jumat (28/9/2018) mantan kepala dinas pertambangan TTS ini mengatakan air dari sumur-sumur bor itu umumnya dibuat warga di dalam lahannya dan itu bukan hanya untuk dikonsumsi pribadi namun juga diperdagangkan atau dijual secara bebas kepada warga lain yang kemudian dijual lagi secara keliling dengan menggunakan mobil tanki dan jerigen. Harga jual air yang dijajakan keliling dengan wadah tampungan berbeda itu diatur sendiri oleh pemilik sumur bor dan penjual keliling.
Dilapangan didapati harga jual pertanki berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. sementara untuk jerigen isi 20 liter dijual dengan harga Rp 10 ribu untuk enam atau tujuh jerigen.
Menurut Simon fenomena ‘penjualan air keliling’ dalam ibukota ini muncul karena warga kesulitan mendapatkan suplai air bersih dari layanan PDAM TTS. Dan hal ini cukup membantu warga karena dengan adanya sumur bor dan penjualan air keliling warga terbantu mendapatkan suplai air bersih meski harganya cukup tinggi dibanding harga air yang disuplai lewat jaringan distribusi PDAM.
Namun dilain sisi kata Simon kondisi tersebut perlu diatur dengan suatu aturan baku sehingga tidak melahirkan persoalan baru di kemudian hari. “kalau disana-sini ada sumur bor, bisa bahaya juga karena sumber air tanah bisa kering. terus yang perlu dilihat juga adalah soal harga. kalau sumur bor sudah ditertibkan dengan aturan yang jelas misalnya harus berijin, maka harga jualnya juga perlu diatur sehingga konsumen tidak merasa terbebani dengan harga yang dipatok sendiri oleh penjual seperti yang sekarang terjadi,”katanya.
Ia berharap peraturan daerah soal air yang tengah dibahas di DPRD juga mrngatur soal sumur bor dan harga air yang dijajakan keliling tersebut.
“perda air harus masukan soal ini.
saya ingin agar saya bisa ikut hadir dalam pembahsan pembentuka perda ini, karena saya rasa ini penting,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *