Tarif Air Bersih PDAM TTS Naik 200% Lebih

oleh -1.1K views

Kota SoE,Fakta TTS-Manajemen PDAM kabupaten TTS memutuskan menaikan Tarif air minum bagi pelanggan terhitung September ini. Kenaikan tarif dikenakan untuk semua klasifikasi pelanggan dengan persentasi kenaikan lebih dari 200 persen.

Untuk Kalsifikasi pelanggan Rumah tangga A naik dari Rp 800 menjadi Rp 2.000/meter kubik, Klasifikasi pepanggan rumah tangga B naik dari Rp 1.350 ke Rp 4.350/meter kubik, klasifikasi C/Niaga naik dari Rp 2.500 ke Rp 6.300/meter kubik.
Direktur PDAM TTS, Lely Hayer didampingi Simon Raja Pono dari dewan pengawas, Kabag administrasi keuangan Markus Fallo, Kasubag administrasi keuangan Elisabeth Bisinglasi, Susi Nitbani-kasubag administrasi umum, Charli Muloko-staf keuangan sekaligus koseptor Tarif dan Lunu Missa kasubag perencanaan kepada wartawan, Jumat (28/9/2018)
mengatakan penaikan tarif air tersebut terpaksa dilakukan karena  untuk penyesuaian kebutuhan operasional layanan demi eksistensi perusahaan plat merah itu. “Jika tarif tidak dinaikan prediksi kita sampai bulan Maret tahun depan perusahaan bisa tutup karena tidak bisa membiayai kebutuhan operasional untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan,”kata Lely Hayer.
Dia mengatakan dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.135 tiap bulannya PDAM TTS bisa meraup pendapatan antara Rp 395 juta hingga Rp 415 juta. Dengan pendapatan sebesar itu PDAM tidak bisa memperbaiki pelayanan yang kini dihadapkan pada persoalan kerusakan jaringan pipa dimana-mana. Pendapatan PDAM tiap bulannya kata Lely tersedot habis untuk membayar gaji karyawan sebesar Rp 275 Juta dan biaya listrik sebesar Rp 60 juta. sisa sebagian kecil pendapatan itu yang digunakan untuk memperbaiki jaringan pipa yang bocor dimana-mana karena usia pipa yang sudah cukup lama. Jaringan pipa distribusi PDAM terpasang pada tahun 1980-an sehingga butuh perbaikan rutin dan pergantian dibeberapa titik.
Penaikan tarif tersebut dikatakan sudah melalui analisa tekhnis dan pembahasan bersama delapan dinas terkait  hingga pada akhirnya tarif baru tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) bupati TTS sebagai pemilik perusahaan dengan nomor : 343/kep/HK/2018 tanggal 10 September 2018 tentang penetapan tarif air minum PDAM kabupaten TTS.
Penaikan tarif tersebut mengacu pada Permendagri nomor 71 tahun 2016 yang mengisyaratkan peninjauan tarif air setiap tahun dengan melihat kondisi upah dan pendapatan masyarakat di daerah. Dari sisi Upah pendapatan masyarakat kabupaten TTS yang sebesar Rp 1.660.000
kata Lely memungkinkan untuk dinaikan tarif air karena sesuai aturan tersebut tarif air paling besar naik 4 persen dari UMP. “kalau dihitung dari UMP, kenaikan tarif itu hanya 3,1 persen. tidak sampai batas maksimal 4 persen. dibanding daerah lain di NTT, tarif kita paling rendah,”katanya.
Selain SK soal tarif baru tersebut tambah Lely Hayer ada juga SK lain yang diterbitkan bupati TTS yakni SK nomor 346/kep/HK 2018 tentang penetapan hak, kewajiban dan larangan bagi pelanggan PDAM TTS.
Simon Raja Pono mewakili pelanggan yang duduk dalam dewan pengawas PDAM TTS mengatakan dengan tarif baru tersebut PDAM TTS harus memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. “kondisi air macet-macet harus teratasi, jika pada bulan tertentu saat debit air menurun PDAM juga harus bisa mengatur distribusi air dengan baik agar meski air kurang tapi semua jalur distribusi ke pelanggan harus terbagi merata,”katanya.
Terkait itu Lely mengatakan pendapatan dari tarif baru itu baru akan bisa dipergunakan pada bulan November 2018 ini dan sejak itu pihaknya akan perlahan-lahan mengatasi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi yakni perbaikan jaringan dan pergantian pipa yang rusak karena usia.
“pelayanan maksimal pasti bisa tapi butuh waktu. karena kita harus rehap kembali jaringan yang rusak. itu butuh waktu. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *