Wah, Postingan Wakil Ketua DPRD TTS Pantik Reaksi SPBU Oenali

oleh -1.5K views
Kota SoE, Fakta TTS-Postingan Imanuel Olin di akun Facebooknya Kamis (22/3/2018) sekitar pukul 12.00 wita bernada kecewa terhadap layanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) nomor 5485504 di Oenali Kota SoE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik reaksi manajemen SPBU.
Pihak SPBU mengundang wakil ketua DPRD TTS asal partai Gerindra itu untuk mengklarifikasi isi postingan yang oleh SPBU dirasa merugikan dari sisi bisnis tersebut.
“Kami undang beliau kesini untuk klarifikasi soal apa yang diposting itu. Kami tersinggung karena kesannya seperti dibilang ada permainan petugas saat pengisian BBM di mobilnya, padahal tidak mungkin kita bermain karena angka meter itu jalan kalau minyak jalan. Kalau angin saja angka meter tidak mungkin jalan,”kata Try Maulana, manajer SPBU Oenali Sabtu (24/3/2018) pagi.
Beberapa saat kemudian Imanuel Olin muncul di SPBU dan bertemu dengan Try Maulana di ruang kerjanya.
Dalam dialog sekitar satu jam di ruangan manajer tersebut kedua pihak akhirnya bersepakat untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.
Kepada Try Maulana, Imanuel Olin mengatakan ia tidak punya kepentingan apapun soal postingannya itu. Ia hanya mengungkapkan kekecewaannya atas apa yang dialami setelah mengisi BBM jenis premium di SPBU Oenali dan salah satu SPBU lain dalam Kota SoE di mobil Toyota Rush miliknya pada Kamis malam dan Jumat pagi kemarin. “Saya isi 50 ribu di SPBU Oenali jarum minyak tidak bergerak, saya sempat kembali dan tanya disini (SPBU Oenali) tapi petugas bilang mungkin karena kapasitas tangki mobil saya besar. Saya pulang dan besoknya saya isi di salah satu SPBU lain dengan 50 ribu juga. Disitu baru jarum bergerak naik tiga kotak,”kata Olin.
Setelah mendapat penjelasan dari Try Maulana soal tekhnis pengisian BBM oleh petugas nosel, Imanuel Olin akhirnya mengaku paham dan meminta maaf karena telah salah berpersepsi terhadap layanan SPBU tersebut. “Saya rasa saya tidak salah, ini hanya mis komunikasi saja karena saya tidak paham soal tekhnis pengisian dan kapasitas tangki mobil,”kata Olin.
Try Maulana menjelaskan dengan pembelian Rp 50 ribu maka BBM premium yang terisi sekitar 7,9 liter. Jika kapasitas tangki mobil besar maka tidak berpengaruh signifikan terhadap gerak jarum/kotak BBM di mobil.
Dari kronologi aktifitas mobil setelah pengisian BBM di Oenali yang disampaikan Olin maka kata Maulana, jelas bahwa jarum BBM di mobil baru akan bergerak setelah ada pengisian tambahan Rp 50 ribu tersebut. “Tadi dibilang setelah dari sini bapak ke rumah di Nifuboko dan kemudian ke kilo 2 terus besoknya isi lagi 50 ribu di salah satu SPBU. Kalau jalan hanya begitu maka jelas tidak terlalu banyak minyak yang terpakai sehingga ketika isi lagi 50 ribu maka jelas setelah itu baru jarum bergerak karena ada tambahan minyak masuk, artinya bapak sudah isi 100 ribu, BBM yang terisi belasan liter ya jelas jarum bergerak. Kalau bapak isi 100 ribu semua di SPBU ini saya yakin jarum pasti bergerak,”kata Try.
Maulana mengatakan meski kecewa dengan sikap Olin namun pihaknya tidak mau memperpanjang persoalan tersebut. “kami bukan mau cari siapa salah, siapa benar. Saya undang karena ramai di facebook. Ini soal image persuahaan yang dampaknya bisa ke masyarakat juga tapi sudahlah kami hanya butuh klarfikasi langsung dari bapak Olin saja karena sejak postingan itu kami drop dan saya hampit pecat petugas yang layani pak Olin,”katanya.
Usai ‘berdamai’ Imanuel Olin bergegas ke SPBU dan berjabatan tangan dengan petugas yang sementara melayani pengisian BBM sebelum meninggalkan SPBU Oenali. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *