Bentuk PT, BumDes Puna Kelola Potensi Tambang, Kadis : “Ini Baru Bagus”

oleh -2.9K views
Kota SoE,Fakta TTS-Dalam pertemuannya dengan sejumlah aparat desa dan pejabat Pemda Timor Tengah Selatan (TTS) Februari 2019 lalu di aula Gunung Mutis kantor bupati TTS, gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menekankan soal pengembangan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) oleh pemerintah desa untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Rupanya ini mulai diaktualisasikan oleh pemerintah desa Puna di kecamatan Polen. Potensi bahan galian golongan C yang melimpah di kali Puna dijadikan sumber pendapatan baru BumDes Puna. Mereka membentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak dibidang pertambangan untuk bisa mengelola potensi bahan galian golongan C di kali Puna. PT itu diberi nama Puna Membangun Indonesia.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)) TTS, George Dominggus Mella mengapresiasi kebijakan pemerintah desa Puna yang dianggap telah melakukan suatu terobosan brilian dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah diatasnya.
“Ini mungkin satu-satunya di NTT. BumDes punya PT dengan WIUP sendiri dari provinsi. ini bagus karena mereka bisa melihat potensi di desa dan mengelolanya secara baik untuk pendapatan desa sehingga uang dari potensi yang ada tidak keluar dari desa,”kata kadis George Dominggus Mella, Rabu (13/3/2019) di ruang kerjanya.
Dikatakan, pihaknya sudah meninjau langsung usaha tersebut dan bertemu dengan pemerintah desa dan pengurus BumDes Puna. “Mereka kerjasama dengan pihak ketiga. Mereka beli alat pemecah batu untuk hasilkan batu pecah, abu baru dijual ke pihak ketiga. Perkubik batu pecah Rp 12 ribu masuk BumDes, untuk Abu Rp 9.000. Retribusi galian C utuh masuk desa,”katanya.
Dijelaskan usaha pertambangan tersebut merupakan salah satu unit usaha dari BumDes Puna. Selain pertambangan, BumDes Puna kata Mella juga punya unit usaha lain seperti toko bangunan untuk menunjang usah pertambangan, Bengkel dan beberapa unit usaha lain.
Ia berharap BumDes Puna bisa menginspirasi desa lain untuk bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa melalui BumDes karena menurut Mella jika BumDes berjalan baik dengan produk unggulan dari potensi yang ada maka perekonomian masyarakat desa menjadi lebih baik.
Dari 266 desa yang ada di kabupaten TTS, kata George, kini baru 115 desa yang kelembagaan BumDes-jelas. “Yang lain usahanya sudah berjalan tapi kelembagaannya belum  jelas,”katanya.
Pada tahun 2019 ini tambah George, semua desa mendapat alokasi dana dalam Dana Desa sebagai penyertaan modal BumDes. Untuk itu diharapkan desa yang belum memiliki lembaga BumDes untuk segera memproses pembentukan lembaga BumDes-nya.
“Kita sementara monitoring untuk pacu mereka (pemerintah desa) karena BumDes ini sangat bagus kalau fokus dikelola secara baik. Ekonomi desa akan mapan. Ini  bisa jawab kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha ekonomi masyarakat,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *