Disperindagkop TTS Tera Sendiri Alat Ukur Pedagang, Retribusinya Jadi PAD Baru

oleh -1.2K views

Kota SoE,fakta-tts.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) Usaha Kecil Menangah (UKM) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),NTT mulai Senin (12/8/2019) kemarin melakukan Tera ulang semua jenis alat Ukur Takar Timbang (UTT) warga yang terdata sebagai pedagang dalam wilayah kabupaten TTS. Ada 2.465 alat UTT yang direncanakan akan di tera ulang di tahun 2019 ini.

 

Kepala diserindagkop UKM kabupaten TTS, Frits Benny Tobo saat mendampingi petugas ukur dari meterologi kabupaten TTS di pasar inpres SoE, Selasa (13/8/2019) pagi mengatakan tera ulang itu untuk memberikan jaminan kebenaran ukuran bagi konsumen dalam membeli barang atau bahan kebutuhannya. Tera ulang ini merupakan yang pertama kali dilakukan sendiri oleh pemkab TTS melalui dinas perindagkop UKM karena tahun-tahun sebelumnya hal itu dilakukan oleh pemerintah provinsi NTT.

Dengan tera ulang yang dilakukan sendiri oleh dinas perindagkop kabupaten TTS  tersebut jelas Frits Tobo hal itu menjadi sumber pendapatan baru bagi pemkab TTS karena retribusi dari tera ulang tersebut menjadi pendapatan bagi daerah. besaran retribusi untuk masing-masing alat ukur telah ditetapkan dalam Perda nomor 2 tahun 2018.

 

Tera ulang tersebut baru dilakukan tahun ini karena kata Frits pihaknya baru mendapatkan surat keterangan tera, tera ulang dan cap tanda tera daru direktorar meterologi Bandung. Ada enam petugas bersertifikasi yang ditugaskan melaksanakan tera alat UTT tersebut. “Ini baru dilakukan tahun ini karena kita baru dapat surat keterangan tera tera ulang dan cap tanda tera yang diambil dari direktorar meetrologi Bandung,”katanya.

Pada tera ulang perdana ini kata Frits tidak dipungut retribusi atau biaya khususnya pedagang UKM, retribusi hanya dikenakanan bagi usaha-usaha besar seperti took, swalayan dan lainnya. “dalam lounching ini yang UKM gratis dulu, yang usaha besar seperti SPBU, Toko, swalayan tidak,”katanya.

 

Pelaksanaan tera tersebut akan dilakukan satu tahun satu kali dengan melihat masa berlaku alat ukur yakni satu  tahun 11 bulan.

 

Salah seorang petugas tera mengatakan, sejak hari pertama dilakukan tera UTT tersebut pihaknya menemukan ada sejumlah alat timbang atau alat ukur pedagang di pasar Inpres SoE yang tidak seimbang sehingga diperbaiki baru digunakan. Sebelum dilakukan tera, pedagang dan Alat ukurnya didaftarkan baru kemudian dilakukan tera dan setelah itu diberi cap dan tanda segel.

Haji Bedu, salah satu pedagang kepada fakta-tts.com mengatakan alat ukurnya berupa dacing di tera pada tahun 2018 kemarin. Ia mengaku setiap tahun alat ukur atau timbangannya selalu di tera ulang. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *