Pakai Gratis Kawasan Hutan Bu’at, Jiwans Garden Pungut Rp 10.000 Untuk Warga Yang Masuk Foto

oleh -3.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Jiwan Saduk,.warga asal kabupaten Kupang membuat taman Balon di kawasan hutan di sekitar tempat pariwisata Bu’at desa Noinbila kecamatan Molo selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Taman balon tersebut dijadikan lokasi foto untuk umum dan setiap warga pengunjung yang masuk lokasi taman balon untuk berfoto wajib membayar Rp 10.000 perorang kepada manajemen Jiwans Garden.
Kawasan hutan tersebut ternyata digunakan secara gratis alias tanpa bayar ke Pemda TTS dalam hal ini UPT Kehutanan kabupaten TTS, instansi pemberi ijin penggunaan kawasan tersebut.
Itu berdasarkan pengakuan Al Nokas dari UPT dinas kehutanan kabupaten TTS dan Jiwan Saduk, owner Jiwans Garden.
“Ijinnya tidak bayar, dan tanpa batas waktu,”kata Al Nokas yang diakui juga oleh Jiwan secara terpisah.
Taman balon tersebut dibuka secara resmi pada Rabu (11/12/2019) siang oleh wakil ketua DPRD TTS, Eggy Usfunan.
Saat pembukaan sudah tampak beberapa warga yang datang memanfaatkan taman balon tersebut sebagai lokasi foto.
Jiwan mengatakan luas kawasan yang diijinkan pihak kehutanan untuk usahanya itu sekitar 50 are. ia memilih kawasan tersebut karena punya potensi besar dalam menunjang usahanya itu. Deretan pohon besar yang rindang dan tampak asri menjadi pertimbangannya.
Deretan pohon itu menjadi tempat lilitan tali yang disematkan balon aneka warna.
Anggota DPRD TTS, Jason Benu mempertanyakan ijin penggunaan kawasan hutan untuk usaha pribadi yang tak berbatas waktu itu. “Perlu dilihat aturan hukumnya soal pemanfaatan kawasan hutan untuk usaha pribadi macam itu,”katanya.
Benyamin David Magang, warga Kota SoE meminta Pemda TTS untuk hentikan aktifitas pemanfaatan kawasan hutan untuk tujuan keuntungan pribadi tersebut. “ekosistim disitu bisa rusak karena banyak orang yang kesitu. Berikutnya, itu kawasan aset pemerintah artinya yang mau pakai untuk urusan bisnis ada mekanismenya. Dan juga harus ada kontribusi untuk daerah. Kalau tidak ada kontribusi untuk daerah kenapa diizinkan, saya minta bupati untuk hentikan aktifitas bisnis di kawasan itu, karena tidak menguntungkan daerah,”kata mantan anggota DPRD TTS ini. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *