Puluhan Pedagang BBM Eceran di SoE Protes Larangan Bupati TTS

oleh -1.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Larangan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun ke SPBU di ibukota untuk tidak melayani pengisian BBM dalam jumlah banyak oreh masyarakat yang menggunakan kendaraan bertangki modifikasi/ukuran besar berujung protes dari para pengecer beberapa pekan kemudian pasca penyampaian larangan oleh bupati Eppy dalam inspeksi mendadaknya di sejumlah SPBU di Kota SoE, Oktober kemarin. Sejumlah pengecer protes karena dengan tidak mendapat pelayanan di SPBU mereka kehilangan pendapatan.
Mereka pun akhirnya menemui DPRD TTS, Jumat (8/11/2019) menyampaikan pengeluhan mereka.
“Kami datang mau minta ke dewan agar kami tidak dilarang di SPBU karena keberadaan kami juga membantu orang, kalau kami dilarang kami juga kehilangan pendapatan,”kata Fanud Taneo, salah satu pengecer di dampingi rekan-rekannya sesaat sebelum bertemu wakil ketua DPRD TTd, Eggy Usfunan dan sejumlah anggota lainnya diruangan aspirasi kantor DPRD TTS.
Fanus Taneo mengatakan dalam mengatasi persoalan kelangkaan BBM di SPBU, Pemda tidak harus melarang pengecer beli BBM dalam jumlah banyak di SPBU. Namun Pemda mungkin bisa berkoordinasi dengan SPBU untuk menyiapkan nosel khusus untuk pengecer atau mengatur waktu pembelian khusus untuk pengecer di SPBU. Sehingga pembelian BBM dalam jumlah banyak oleh pengecer tidak mengganggu konsumen lain saat mengantri pelayanan di SPBU.
Fanus dan sejumlah rekannya mengacu kecewa karena dampak dari larangan tersebut tidak hanya secara ekonomi namun ada juga efek hukum yang dialami oleh dua rekan sesama pengecer.
 
Kedua rekan mereka kata Fanus pekan kemarin ditangkap polisi di SPBU kilometer tiga karena nekat masuk membeli BBM di SPBU untuk dijual ecer ke masyarakat.
“Ada dua kawan kami kena tangkap di SPBU kilo tiga Minggu lalu. Kami tanya polisi mereka bilang mereka hanya jalankan perintah larangan dari pemerintah karena itu, hari ini kami kesini minta DPRD bantu cari solusi bagi kami agar kami bisa tetap kerja, tidak kehilangan pendapatan. Kalau pemerintah mau larang kami, tolong siapkan pekerjaan lain bagi kami supaya tidak nganggur,”kata Fanus.
Hingga berita ini dimuat, pertemuan antara pengecer dan DPRD masih berlangsung. (Jmb).
_______________
Foto: pengecer BBM di ruang tunggu kantor DPRD TTS. (Foto 2) : nama pengecer yang menemui  DPRD TTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *