Bukit Fatuhan Jadi Obyek Wisata Baru, Wabup Army ; “Konsepnya Luar Biasa”

oleh -3.1K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Wakil bupati Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhony Army Konay,SH mengapresiasi ide kreatif dari pemerintah desa Kolbano kecamatan Kolbano yang mengubah bukit penuh belukar menjadi obyek wisata modern menggunakan dana desa.

Kepada fakta-tts.com, melalui telepon Jumat (5/6/2020) pagi, Wabup Army mengatakan pemerintah desa Kolbano telah melakukan suatu terobosan luar biasa dalam pengembangan pariwisata di kabupaten TTS.
“Saya sudah lihat desaiannya, itu konsep luar biasa, bagus sekali kalau itu sudah jadi,”kata Army.
Ia mengharapkan konsep kreatif desa Kolbano itu menjadi motivasi bagi desa lain yang punya potensi pariwisata alam.
Bukit Fatuhan di wilayah RT 16 RW 08 dusun 2 yang sebelumnya dipenuhi belukar  kini tengah ditata menjadi obyek wisata berkonsep modern.
Posisi ketinggian di belakang obyek wisata Fatu’un, bukit Fatuhan menawarkan view laut yang indah untuk menarik wisatawan. Letak Fatu’un dan bukit Fatuhan cukup berdekatan hanya dibelah ruas jalan negara Kupang-Malaka-Timor Leste.
Kamis (4/6/2020) tampak aktifitas pekerjaan penataan bukit Fatuhan tengah berlangsung. Kepala desa Kolbano Yustus Taopan, Tim Pengadaan Barang dan Jasa (TPBJ) Kolbano, pendamping program Dana desa dan sejumlah masyarakat menyaksikan pekerjaan penataan bukit Fatuhan.
Pengembangan kawasan bukit Fatuhan seluas 3.320 meter persegi menjadi obyek wisata baru di desa tersebut kata kades Yustus Taopan dan ketua TPBJ, Nikson Boimau menggunakan Silpa dana desa tahun 2019 sebesar Rp 477 juta lebih. “Kita anggaran tahun 2019 lalu namun tidak jadi dikerjakan karena terkendala RAB rinci,”kata Nikson didampingi pendamping desa kecamatan Kolbano Tonny ‘Katon’ Banunaek.
Ditambahkan Katon, dana Silpa tersebut mesti terpakai sebelum akhir  September ini, jika tidak maka dana Rp 477 juta lebih tersebut akan disetor kembali ke kas negara dan itu artinya desain penataan yang telah disiapkan akan sia-sia. “Sebelum akhir September dana ini sudah harus dieksekusi dengan kegiayan yang ada jika tidak akan disetor kembali ke kas negara. Makanya kegiatan ini harus selesai dan sudah bisa dimanfaatkan tahun ini,”katanya.
Pekerjaan yang dilakukan tahun ini diantaranya tempat parkir, lapak jualan, tangga 1.000, sejumlah bangunan didamping tangga  menuju puncak bukit, spot foto dan Gasebo.
Pengembangan kawasan bukit Fatuhan akan dilakukan dalam tiga tahun anggaran. “Untuk tahun berikut wacananya akan dibangun villa dan tempat karaoke, tapi ini masih akan dibahas dalam sejumlah tahapan musyawarah desa,”tambah Katon.
Usai dibangun kata Kades Yustus Taopan, pengelolaan obyek wisata tersebut akan diserahkan ke pihak BumDes.
Kades Yustus, ketua TPBJ dan Pendamping desa mengatakan pengembangan kawasan tersebut sudah mendapat persetujuan dari pemilik lahan. “Ada berita acara penyerahannya oleh warga pemilik lahan, jadi tidak benar kalau dibilang masyarakat tolak,”kata Katon.
Semua tahapan pelaksanaan program tersebut kata Katon sudah prosedural, tak ada masalah. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *