Pemkab TTS Siapkan Solusi Atasi Efek Buruk Penutupan Pasar Desa

oleh -2.4K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Sulit memasarkan hasil pertanian akibat kebijakan penutupan pasar mingguan di kecamatan oleh Pemerintah kabupaten (pemkab) adalah persoalan yang kini dialami petani di sejumlah desa di kabupaten  Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan lapangan jajaran DPD PDIP provinsi NTT dan DPC PDIP kabupaten TTS Jumat (2/5/2020) di tujuh kecamatan, hasil lahan kebun petani tak bisa dipasarkan atau dijual di pasar karena adanya kebijakan penutupan pasar mingguan oleh pemkab TTS sejak Maret kemarin.
Bupati TTS, Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM di kediaman pribadinya, Sabtu (3/5/2020) mengakui adanya kondisi tersebut di tingkat petani. “Memang ada efek kurang baik bagi petani dari kebijakan itu, warga tak bisa pasarkan hasil kebun di pasar di wilayahnya, tapi ini soal hidup mati (antisipasi penyebaran wabah covid-19), kalau kita buka pasar itu mengancam keselamatan warga juga. Tapi kita sementara siapkan kebijakan untuk atasi persoalan itu (kesulitan petani menjual hasil bumi,”kata bupati Eppy Tahun.
Dikatakan sejumlah alternatif pemecahan tengah dibahas oleh jajaran Pemda TTS. Ada pendataan hasil bumi petani oleh pihak desa dan kecamatan untuk kemudian pemerintah memfasilitasi penjualan hasil bumi ke pihak luar, ada pola pembelian hasil bumi petani oleh agen brilink, ada pembukaan tempat jual beli terpusat selama masa pandemi covid-19 dan ada sejumlah alternatif lain yang kini tengah dibahas untuk menjadi solusi tepat yang akan diterapkan dalam mengatasi persoalan penjualan hasil bumi petani tersebut.
“Kita akan kaji usulan-usulan yang ada dengan OPD terkait, mana yang tepat untuk kita terapkan untuk membantu petani,”katanya.
Salah satu upaya yang sudah diterapkan saat ini kata bupati Eppy Tahun adalah program “jual jagung, beli sapi” yang digalakan pemerintah provinsi. Dalam program itu pemerintah membeli jagung petani untuk dijual ke pedagang besar di luar NTT. “Kita sudah jalankan program jual jagung beli sapi itu, sudah sekian banyak ton yang kita beli dari petani yang siap dikirim keluar,”katanya.
Dikatakan program BLT yang kini dilakukan juga diharapkan bisa dijalankan aparat pemerintah ditingkat bawah secara benar bisa efektif dan efisien di masyarakat. Masyarakat juga diharapkan menggunakan dana bantuan yang didapat untuk hal-hal yang bermanfaat dalam menunjang kehidupan mereka. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *