Rp 9,9 M Masuk TTS Untuk Pemulihan UKM

oleh -2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pemerintah pusat melalui kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) sudah mengucurkan dana Rp 9.988.800.000 sebagai bantuan presiden (banpres) untuk pemulihan kondisi UKM di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala dinas koperasi, perdagangan  dan UKM kabupaten TTS, Frits Benny Tobo kepada fakta-tta.com, Kamis (3/9/2020) mengatakan Rp 9,9 miliar tersebut sudah mulai disalurkan oleh Bank BRI kepada 4.162 UKM dengan jatah masing-masing UKM sebesar Rp 2.400.000.
Jumlah anggaran Banpres yang dikucurkan tersebut dipastikan bertambah karena masih ada sekitar 9.000-an UKM yang data usualannya sementara di verfikasi kementerian.
Total usulan UKM dari kabuoaten TTS untuk bantuan tersebut mencapai 13.807 UKM. “Semua ada 13.807 UKM yang sementara dicairkan penerima sampai tahap tiga ini sebanyak 4.162 UKM yang total dananya Rp 9.988.800.000, jumlah ini masih akan bertambah karena yang lain sementara  diverfikasi kementerian. Total usula kita Rp 13.807 UKM,”katanya.
Batas verifikasi dan input data tersebut kata Frits Tobo pada  Minggu kedua September ini. Sementara pencairannya akan dilakukan hingga selesai. Untuk Indonesia jumlah penerima dana Banpres UKM tersebut kata kadis Frits Tobo mencapai 12 juta. “Pencairannya akan bertahap sampai selesai untuk 12 juta penerima secara nasional termasuk kabupaten TTS. Di NTT untuk sementara jumlah usulan penerima terbanyak dari TTS,”katanya.
Dana tersebut kata kadis Frits akan ditransfer langsung ke rekening penerima. Dan pihak bank BRI sebagai penyalur akan menghubungi penerima setelah memastikan dananya sudah masuk rekening. Setelah dihubungi pihak Bank kata Frits, penerima datang ke bank BRI setempat untuk konfirmasi dan menandatangani surat pernyataan tanggungjawab mutlak.dan surat kuasa. “Nanti kalau nama sudah keluar baru dihubungi bank. Setelah tandatangan itu dua surat baru blokir dibuka oleh bank dan penerima bisa ambil,”katanya.
Ia berharap dana tersebut setelah diambil digunakan sebaik-baiknya oleh penerima untuk memulihkan kembali usahanya yang sempat macet karena tujuan presiden memberikan dana tersebut untuk memperbaiki kondisi UKM yang terganggu akibat covid-19.
Kita harap dana yang diambil bisa digunakan secara benar untuk memulihkan kondisi UKM yang terganggu karena memang pak Presiden kasih bantuan itu tujuannya untuk memperbaiki usaha mikro warga yang terganggu akibat covid-19,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *