Waspada Ter Oplosan di Jalan Lapen Dana Desa 2020 di TTS

oleh -1.9K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pelaksanaan program Dana Desa di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berproses. Program pekerjaan peningkatan jalan desa dari lapisan pasir batu (sirtu) ke lapisan penetrasi (lapen) adalah salah satu item yang diprogramkan sejumlah desa di tahun anggaran 2020.
Ditengah proses pelaksanan program dana desa 2020, salah seorang pengusaha lokal yang bergerak di bidang penyedia jasa konstruksi mewanta-wanti soal penggunaan Ter, salah satu material utama yang digunakan untuk pekerjaan jalan Lapen di desa.
Dikediamannya di Oenasi, kelurahan Nonohonis, ia menyampaikan persoalan penggunaan Ter itu perlu diawasi ketat oleh pihak pendamping program dan aparat pemerintah yang mengawasi pelaksanaan program dana desa khususnya pekerjaan jalan lapen karena bisa saja pelaksana program menggunakan Ter Oplosan sementara dalam perencanaan alokasi anggraan dihitung berdasarkan harga Pertamina, Rp 2 juta per-drum. Sementara di lapangan dijual juga Ter yang bukan berlogo Pertamina yang harga per-drumnya sekitar Rp 1,2 juta.
“Saya lihat di perencanaan beberapa desa untuk Ter itu penentuan harga berdasarkan survei harga Pertamina yaitu Rp 2 juta per-drum yang kapasitasnya sekitar 150 kiloliter, ada juga Ter yang dijual Rp 1,2 juta per-drum, selisihnya sekitar Rp 800 ribu, untuk cari untung besar bisa saja dipakai Ter oplosan. Desa tidak tahu yang begini makanya perlu diawasi, kalau Ter dari Pertamina di drumnya itu ada tulisan Pertamina yang hurufnya timbul, kalau tidak ada itu  dari Ter-nya bukan dari Pertamina,”katanya.
Jika menggunakan cairan Ter oploson maka kata dia dikuatiran hasil pekerjaan lapen tidak akan bertahan lama karena daya rekatnya yang kurang.
Pengamatan pengusaha muda ini di tahun-tahun sebelumnya di beberapa desa, diduga kuat ada yang menggunakan Ter Oplosan, bukan produk Pertamina sehingga jalan tersebut rusak beberapa bulan kemudian setelah jalan digunakan. “Jalannya beberapa bulan saja sudah rusak karena daya rekat Ter kurang bagus, ada beberapa desa yang saya duga pakai Ter oplosan, makanya saya minta tahun ini, perlu diawasi ketat oleh aparat pemerintah ataupun pendamping program,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *