Agustinus Finit Ditemukan Tewas di Tepi Kali Noemuke

oleh -2K views
Noemuke, Fakta TTS- Agustinus Finit (63) warga kampung Niufleu RT 05 RW 02 dusun I desa Noemuke kecamatan Amanuban.Selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu (21/1/2018) pagi sekitar pukul 06.30.wita ditemukan Margarita Sapai (42) tewas tergeletak di tepi sungai/kali Noemuke. Pensiunan PNS itu diduga tewas terseret banjir sungai Noemuke.
 
Hasil pemeriksaan luar petugas medis puskesmas Noemuke, Norma Sole dana aparat Polsek Amanuban selatan, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan ditubuh korban. Korban meninggal dengan 11 luka di bagian kepala akibat gesekan dan benturan benda tumpul.
 
“Korban diduga menyeberang arus banjir yang masih deras karena tidak bisa menahan arus air korban terjatuh dan terbawa arus banjir hingga korban meninggal dunia,”demikian.Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda I Made Wijaya kepada Fakta TTS melalui layanan WhatsApp Minggu petang.
 
Ia mengatakan sesuai keterangan yang dihimpun dari saksi Markus Finit, Yusuf Seo dan Margaritha Sapai, warga setempat, kronologi kejadian tersebut bermula ketika pada Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 08.00 wita korban berangkat menuju kebunnya di Nonotaentek Rt 20 rw 09 dusun IV desa Noemuke.
Pada pukul 11.00 wita Markus Finit bertemu korban di kebun milik korban.
Markus datang ke kebun milik korban untuk meminta bunga pepaya. Saat itu korban sedang membersihkan (tofa) rumput di dalam kebun.

Markus kemudian mengambil bunga pepaya dan korban menyuruhnya memetik daun pepaya untuknya. Sekitar pukul 12.00 wita terjadi hujan lebat dan korban masih berada di rumah kebunnya sementara Markus Finit berada di rumah kebunnya yang berjarak kurang lebih 100 meter.

Pada pukul 15.00 wita Markus ke kali Noemuke untuk mengecek banjir dan setelah cek banjir. Saat itu kedalaman air di tepi kali masih setinggi pinggang sehingga Markus kembali dan bertemu korban dan memberitahukan kalau masih banjir dan mengajak korban kembali ke rumah kebun masing-masing.

Sekitar pukul 18.00 wita Markus kembali datang mengecek banjir dan meneriaki korban tetapi korban tidak menyahut, setelah itu Markus.kembali ke rumah kebun miliknya karena sudah gelap dan ia mengira korban sudah tidur.

Kata Kapolsek Made malam iti Markus tidur di rumah kebun miliknya. Kemudian
Pada Minggu pagi pukul 06.30 wita korban ditemukan di tepi kali oleh Margaritha Sapai.
 
Dikatakan setelah pemeriksaan medis polisi dibantu aparat desa dan keluarga mengantar korban ke rumahnya untuk dimakamkan oleh keluarga.
 
“Korban mengalami gangguan kesehatan di bagian pendengaran ( Tuli). keluarga korban menolak untuk dilakukan VER maupun autopsi untuk menguatkan pernyataan keluarga korban maka dibuatkan Surat Pernyataan Penolakan VER maupun Autopsi dan ditandatangani oleh keluarga dan aparat pemerintah desa Noemuke,”kata kapolsek Made.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *