Anggota DPRD TTS Dan Warga Saling Lapor Polisi

oleh -2.1K views

Kota SoE, Fakta TTS-Anggota DPRD TTS dari fraksi NasDem, Hendrik Babis dan Antoneta Taek-Sabat saling lapor Polisi. Hendrik melaporkan Antoneta ke Polres TTS, Kamis (19/4/2018) dengan dugaan pemfitnahan setelah sebelumnya ia dilaporkan Antoneta dengan dugaan penganiayaan dan pengancaman.

Antoneta dilaporkan Hendrik karena merasa apa yang dilaporkan Antoneta ke polisi dan pengurus partai NasDem  bahwa pada 6 April 2018 lalu dirinya telah menganiaya dan mengancam Antoneta dan Dommi Sabat, saudaranya (bukan suami,red) adalah fitnah karena dirinya saat itu tidak melalukan itu.

Kepada wartawan di Mapolres TTS usai membuat laporan polisi, Hendrik mengaku punya dua rekaman video yang membuktikan dirinya tidak melakukan penganiayaan dan pengancaman tersebut. Video yang ditunjukan Hendrik satunya berdurasi 4,21 ment dan satunya lagi berdurasi tujuh detik. Hendrik mengaku video tersebut direkam anaknya yang saat itu juga berada di tempat kejadian.

Hendrik menduga ada pihak lain yang bermain dibalik kasus itu untuk kepentingan politik baik untuk pemilu legislative maupun pemilihan kepala desa Noemuke. Di Pilkades Noemuke, isteri hendrik berhasil terpilih jadi kepala desa sehingga ia menduga ada pihak yang tidak ingin isterinya menduduki jabatan kepada desa. Selain itu kata Hendrik ada dugaan pula kalau ada oknum yang ingin bermain dalam kasus itu untuk melengserkan dirinya dari kursi DPRD dan digantikan oleh oknum tertentu yang masih punya hubungan dengan salah seorang oknum aparat desa.

Ia mengatakan akan membuktikan omongannya itu kalau sebenarnya laporan kasus terhadapnya adalah hanya suatu upaya untuk menghancurkan karier politiknya. “saya akan berupaya untuk membuktikan kalau ada yang bermain,”katanya.

Kamis (19/4/2018) isteri dan orang tua Hendrik dimintai keterangan oleh polisi terkait laporan Antoneta tersebut. Sebelumnya Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS juga menyampaikan kalau Hendrik akan diproses soal kode etik dan tata tertib DPRD TTS setelah menerima laporan dari warga soal adanya penganiayaan dan pengancaman yang diduga dilakukan Hendrik Babis di desa Noemuke kecamatan Amanuban selatan. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *