Bank NTT Bisa Diperiksa Soal Setoran Dana Desa ke Rekening Kades Sono, Isteri & Anak

oleh -1.7K views
Kota SoE,Fakta TTS-Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah intens melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk mengungkap dugaan pemalsuan tandatangan pada slip penyetoran uang dana desa ke rekening kepala desa (kades) Elkana Botti dan isteri-anaknya pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu.
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari di dampingi penyidik Bripka Rudi Soik kepada wartawan di ruang kerja kasat Reskrim, Kamis (1/11/2018) mengatakan pihaknya akan memeriksa semua pihak yang berkaitan dengan kasus dugaan pemalsuan tandatangan bendahara desa Sono, Otniel Tampani pada slip penyetoran bank NTT. “Semua pihak terkait akan diperiksa,”jawab Jamari ketika ditanya apakah pihak bank pemilik slip penyetoran tersebut juga akan diperiksa.
Terpisah, kepada wartawan di Mapolres TTS, Elkana Botti sebelum diperiksa mengatakan Slip penyetoran tersebut diserahkan oleh Otniel kepada Teller bank NTT cabang OeEkam untuk mentransfer dana ke sejumlah rekening.
Sebelumnya Otniel Tampani mengatakan ia tidak menandatangani slip penyetoran tersebut karena saat itu ia berada di luar kantor bank NTT OeEkam. Ia hanya dikasih copian slip penyetoran oleh kades Elkana setelah uang ditransfer ke sejumlah rekening.
Dalam tiga lembaran slip penyetoran milik Bank NTT yang ditunjukan Elkana Botti kepada wartawan di Mapolres TTS tertulis penyetor atas nama Otniel dan di bagian tandatangan penyetor termuat tanda tangan.
Otniel Tampani, bendahara desa Sono, membantah kalau ia telah membubuhkan tandatangan di atas sejumlah slip penyetoran tersebut. Ia menduga kades Sono, Elkana Botti telah memalsukan tandatangannya di slip penyetoran tersebut sehingga ia melaporkan Elkana Botti ke polisi.
Di tiga slip penyetoran masing-masing tertulis setoran ke rekening atas nama
Elkana Botti sebesar Rp 57.791.050, Yudit Banfatin (isteri Elkana Botti) Rp 50.000.000 dan Yadin O. Botti (anak Elkana Botti) Rp 25.000.000.
Elkana membantah kalau dia yang membubuhkan tandatangan atas nama Otniel di slip penyetoran tersebut. Menurutnya Otniel Tampani sendiri yang menandatangani sejumlah slip penyetoran tersebut saat keduanya berada di kantor bank NTT unit OeEkam tanggal 9 Oktober 2018 untuk mencairkan dana desa sebesar Rp 201 juta lebih.
Dijelaskan setelah dirinya dan Otniel Tampani menandatangani spesimen penarikan dana dari rekening kas desa di Bank NTT baru selanjutnya Otniel Tampani menandatangani slip penyetoran dana untuk ditransfer ke 20 rekening milik aparat desa, BPD, sekretaris desa, kepala dusun (kasus), tenaga medis, kepala urusan (kaur), kepala seksi (kasie) di desa, serta rekening dirinya, isteri dan satu orang anaknya.
“Saya tidak tandatangan. Yang tandatangan di slip penyetoran itu bendahara. itu  dia setor ke 20 rekening yakni BPD ada 5 orang, kadus 4 orang, kaur 3 orang, kasie 3 orang, tenaga medis 1 orang, sekdes, kades. Itu bendahara yang setor. Yang tandatangan setor ke isteri dan anak saya juga bendahara. Setoran ke rekening-rekening itu setelah saya dan bendahara tandatangan spesimen penarikan dana dari rekening kas desa,”kata Elkana yang mengancam akan melapor balik bendaharanya ke polisi karena dianggap telah memfitnah dirinya.
Sejak Kamis pagi, penyidik memeriksa Yudit Banfatin, Yadin Botti dan Elkana Botti. Saat menjalani pemeriksaan Yudit lemas dan nyaris pingsan.
Bripka Ruddi Soik mengatakan hal itu terjadi pada pertanyaan ke-18 atau tersisa tiga pertanyaan yang belum sempat ditanyakan kepada Yudit. Pemeriksaan dihentikan sementara.
Kasat Jamari mengatakan kasus itu sudah pada tahap penyidikan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti dan petunjuk. (pau/jmb)
_______________________________________
Keterangan foto: Yudit Banfatin, isteri Elkana Botti sementara diperiksa penyidik Ruddi Soik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *