Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Anggota PAN di DPRD TTS

oleh -1.1K views

Kota SoE, Fakta TTS-Gubernur NusaTenggara Timur (NTT) Drs. Frans Lebu Raya telah menerbitkan surat persetujuan ijin pemeriksaan kepada Polres Timor Tengah Selatan (TTS) untuk memeriksa MM, anggota DPRD TTS dari Partai Amanat Nasional (PAN). Surat tersebut diterbitkan tanggal 11 Desember 2017 dengan nomor : Pem 171.4/285/II/2017.

Tembusan surat tersebut disampaikan ke mendagri, ketua DPRD NTT, Kaolda NTT, Bupati TTS dan ketua DPRD TTS.
Pihak sekretariat DPRD TTS telah menerima tembusan surat tersebut tanggal 9 Januari 2018. Kabar yang beredar dalam waktu dekat Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS akan menggelar rapat untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Iya. Surat itu sudah kami terima tembusannya waktu saya jabat pelaksana tugas (plt) sekwan awal Januari 2018. Tapi jelasnya konfirmasi ke pak sekwan yang sekarang saja,”kata Agus Hariyatmo.
Sekwan Robby Selan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan tidak pernah melihat surat tersebut. “Saya tidak lihat. Nanti saya cek dulu, baru saya sampaikan,”kata Robby didampingi wakil ketua DPRD TTS, Imanuel Olin.
Pada poin dua surat tersebut yang copiannya diperoleh Fakta TTS dari lingkup sekretariat DPRD TTS dijelaskan bahwa gubernur meminta laporan balik dari Polres TTS jika sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap MM.
Pihak Polres TTS yang dikonfirmasi melalui kasubag Humas, Djaga Lazarus, Kamis (12/4/2018) siang mengatakan pihaknya belum menerima surat tersebut dari gubernur NTT. “Nanti saya cek dulu ke reskrim, saya belum tahu,”kata Lazarus melalui telepon.
Beberapa saat kemudiab Lazarus kembali menghubungi Fakta TTS melalui telepon dan memastikan surat tersebut belum diterima Polres TTS.
Bahkan Djaga Lazarus juga mengatakan status MM masih sebagai saksi dan belum berstatus tersangka.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan yang disampaikan Iptu Johanis Suhardi sekitar tiga pekan lalu yang mana saat itu sebagai kasat reskrim Polres TTS, ia menyatakan kepada wartawan kalau MM sudah berstatus tersangka dan akan memeriksa MM sebagai tersangka setelah menerima surat ijin pemeriksaan dari gubernur NTT.
Ketika disampaikan soal pernyataan Johanis tersebut, Djaga Lazarus kembali menyatakan kalau MM masih belum berstatus tersangka karena belum diperiksa.
MM dilaporkan Hengky Leu, ketua DPC PAN kabupaten TTS sekitar November 2017 lalu ke Polres TTS karena diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan tandatangan Hengky Leu dalam surat perpindahan dua anggota PAN dar fraksi Golkar ke fraksi NasDem yang diserahkan ke DPRD TTS.
Hengky Leu merasa tidak pernah membubuhkan tandatangannya sebagai ketua DPC PAN TTS di dalam surat tersebut. (Jmb/pau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *