Jaksa Belum Terima SPDP Kasus RSUD SoE

oleh -1.2K views
Kota SoE, Fakta TTS-Kepala seksi (kasie) tindak pidana umum (Pidum) Kejari Timor Tengah Selatan (TTS), Martin Eko Prayitno,SH mengatakan hingga Jumat (2/2/2018) pagi pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres TTS terkait  laporan Jemsius Taneo dan keluraga Takaep tentang dugaan kelalaian dan keterlambatan pelayanan yang menyebabkan meninggalnya Heri Takaep (26), isteri Jemsius Taneo dan bayinya usai operasi persalimlnan di RSUD SoE, Kamis (25/1/2018).
“SPDP-nya belum masuk, kita belum terima dari penyidik,”kata Eko di kantornya, Jumat. (2/2/2018) sekitar pukul 10.00 wita.
 
Ia menjelaskan penyidik sudah harus memberikan SPDP kepada jaksa penuntut paling lambat tujuh hari setelah surat perintah penyidikan (sprindik) diterbitkan kepolisian sebagai penyidik. Hal tersebut tambah Eko Prayitno sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan MK nomor 130/PUU-Xiii/2015 tanggal 11 Januari 2017.
Dikatakan pihaknya tidak bisa menerima SPDP tersebut jika tidak diserahkan dalam rentan waktu tujuh hari terhitung diterbitkannya sprindik.
Sejauh ini kata Martin Eko Prayitno, pihaknya hanya mengikuti perkembangan penanganan laporan kasus tersebut lewat media massa.
Belum diperoleh informasi pasti dari pihak Polres TTS terkait status hukum laporan tersebut di penyidik apakah masih pada tahap penyelidikan  (lid).atau sudah di tahap penyidikan (dik) sejak di laporkan Jemsius dan keluarga Takaeb, Sabtu (27/1/2018).
Kasubag Humas Polres TTS, Djaga Lazarus yang ditemui di Polres TTS tidak mau memberikan komentar. Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto tidak berhasil ditemui. Kasubag humas, Djaga Lazarus mengatakan Kapolres temgah bersiap menjalankan tugas ke Surabaya,Jawa Timur. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *