Niat Melapor, Yonatan Mella Malah Ditahan Polisi

oleh -1.7K views
Kota SoE,Fakta TTS-Selasa (18/7/2017) malam, Yonatan Mella (40-an) dan saudaranya Kain Mella bergegas menuju Polsek Siso kecamatan Molo barat kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk melaporkan Carles Kake dan Abednego Batu yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Yonatan Mella. Namun malah Yonatan Mella ditahan polisi karena diduga mengancam Abed dan Carles menggunakan senjata api jenis pistol.
Yonatan kini menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) SoE sementara laporan polisi yang hendak dibuat malam itu tak jadi dilakukan meski Yonatan dan Kain Mella sempat bermalam di Mapolsek Siso.
Persoalan ini kemudian menjadi pertanyaan besar bagi keluarga Yonatan Mella. “Kenapa Abed dan Carles tidak diproses tapi saudara kami yang diproses dengan tuduhan mau tembak Abed dan Carles padahal Yonatan tidak ada pistol, darimana pistol itu,”kata Semuel Mella didampingi sejumlah saudaranya kepada wartawan dikediaman Evan Baitanu, salah satu saudara mereka di Kota SoE, Kamis (25/1/2018).
Semuel dan sejumlah saudaranya menceriterakan persoalan bermula pada Selasa (18/7/2017) malam sekitar pukul 20.00 wita saat Yonatan diduga dianiaya oleh Carles dan Abed di jalan desa Fatukoko di wilayah dusun 4 dekat rumah Franas Banfatin.
Kejadian itu dilerai oleh Franas dan Yohanis Mella, kakak Yonatan Mella yang muncul beberapa saat kemudian.
Kata Yohanis, saat itu ia sempat bertanya ke Abed dan Carles soal alasan penganiayaan tersebut. “Saat itu saya tanya kenapa mereka pukul Yonatan?Abed  bilang kalau Yonatan mau tembak dia. Terus saya tanya Abed, senapan dimana? tapi Abed tidak jawab,”kata Yohanis yang melihat leher, pelipis dan belakang kepala adiknya bengkak dan luka dipunggung.
Setelah aman kata Yohanis, dia bersama Franas dan Yonatan termasuk Carles dan Abed menuju rumah Elias Pay untuk ambil karung kosong milik Yonatan, Namun dalam perjalanan Abed dan Carles menghilang. “Abed kami lihat lari masuk ke kebun kalau Carles kami tidak lihat dia tiba-tiba menghilang,”kata Yohanis.
Setelah ambil karung kata Yohanis, dia dan Yonatan menuju rumah Kain Mella sementara Franas kembali ke rumahnya.
Sampai di rumah Kain, Yonatan memutuskan untuk melaporkan apa yang dialami ke polisi malam itu juga. Kain Mella kemudian bersedia menemani saudaranya itu menuju Polsek Siso.
Ditengah perjalanan tepatnya di kampung Numbaki kata Kain mereka bertemu ‘pak Manu’ yang dikenali sebagai anggota polisi Polsek Siso.
“Saat itu pak Manu ada dengan kawan dua orang. Pak Manu bilang mereka demlngar ada perkelahian di Oenitsai makanya mereka mau kesana. Tapi kami kemudian sama sama pak Manu ke polsek Siso. Sampai pos (Polsek) sekitar jam 12 kami tidak diperiksa, kami dua malam itu tidur di rumah jabatan Polsek. Besok pagi kami bangun di pos (Polsek) sudah ada Abed dan Carles, saya disuruh pulang tapi Yonatan tetap di pos,”kata Kain.
Kemudian tambah Semuel pada tanggal 20 Juli 2017, Toni yang diketahui sebagai anggota polisi datang bersama dua temannya ke rumah Yonatan Mella. “Katanya mau periksa rumah cari foto, KTP dan senjata tapi tidak dapat apa-apa dan hari itu juga mereka bawa Yohanis dan Kain ke pos untuk ambil keterangan,”katanya.
Kata Yohanis di Polsek ia sempat ditunjukan ‘pak Toni sepucuk pistol. Kata Yohanis ia sempat ditanya oleh pak Toni apakah mengenal pistol tersebut yang katanya milik Yohanis. “Saya bilang saya tidak tahu karena saya tidak pernah lihat adik saya pegang senjata itu,”katanya.
Mereka merasa aneh dengan proses hukum terhadap Yonatan Mella tersebut karena setahu mereka Yonatan tidak memiliki pistol.
Kata Semuel mereka telah berencana untuk mengadukan hal itu ke Polda NTT, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan komisi Yudisial.
Kapolres TTS yang hendak dikonfirmasi, Kamis (25/1/2018) tidak berada di kantornya. Wakil Kapolres menolak dikonfirmasi. “Pak wakapolres bilang nanti langsung dengan pak Kapolres saja. Pak kapolres lagi ke Polda,”kata salah satu anggota polisi di ruang tunggu kapolres setelah kembali dari ruang kerja wakapolres.
Kasie Pidum Kejari TTS, tidak merespon panggilan telepon Fakta TTS yang hendak dikonfirmasi soal dakwaan terhadap Yonatan Mella.
Sesuai surat perpanjangan masa penahanan yang ditunjukan keluarga kepada wartawan, Yonatan Mella didakwa dengan pasal 1 ayat 1 UU nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *