Panwascam Nunkolo Dipukul di TPS Hoineno

oleh -2K views

Kota SoE,Fakta TTS-Anggota panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam) Nunkolo kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoel Banunaek warga RT 007/RW 003 desa Nunkolo, Selasa (13/3/2018) sore diduga telah dipukul oleh Jhoni Toh dan Piter Toh di kantor desa Hoineno, Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades setempat. Yoel mengaku alami luka di kepala dan pipi kiri akibat penganiayaan tersebut.

Kepada Fakta TTS, Kamis (15/3/2018) usai melapor kejadian tersebut di Mapolres TTS, Yoel menjelaskan penganiayaan itu dialami sekitar pukul 16.30 wita saat penghitungan perolehan suara dari lima kanidat kades Hoineno tengah berlangsung.
Saat itu kata Banunaek ia tengah duduk diapit kepala dinas sosial kabupaten TTS, Nikson Nomleni dan Mega Ati? pejabat dari Dinas PMD kabupaten TTS dan isteri camat Nunkolo.
Tanpa dilihat datanglah Jhoni Toh anak dari Felet Toh, salah satu kandidat kades Hoineno.yang langsung memukul kepalanya dengan tangan beberapa kali. ” dia pukul kena dikepala bagian kiri dan pipi kiri. Darah keluar,”kata mantan kades Nunkolo ini.
Sesaat kemudian tambah Banunaek datang lagi Piter Toh, adik Felet Toh dan langsung memukulinya namun pukulan Piter yang mengarah ke wajahnya tertahan kedua tangannya yang sejajar di depan wajah, sehingga pukulan bertubi-tubi Piter Toh hanya mengenai tangannya.
Kemudian datang lagi dua saudari pelaku yang salah satunya bidan. Sang bidan kemudian mengambil handuk yang dipakai Yoel Banunaek dan menutup luka di kepala Yoel yang berdarah. Kemudian tambah Yoel, ia dibawa bidan tersebut ke dalam kantor desa untuk mendapat perawatan tambahan.
Felet Toh kata Yoel sempat menemuinya dan menyatakan kekesalannya terhadap kelakuan anak dan adiknya itu. “Bapak Felet datang cium saya, dia sempat bilang siapa yang suruh mereka buat begini,kita ini masih saudara,”kata Yoel yang mengaku hadir di TPS hanya untuk mengikuti jalannya penghitungan suara.
Kata Yoel, Felet sempat bilang kalau ia tidak tahu alasan Jhoni dan Piter memukuli Yoel. Sementara Piter dan Jhoni tidak tampak lagi di tempat itu usai penghitungan.
Yoel mengaku alasan pemukulan itu belum diketahui persis namun ia menduga dirinya sengaja dijadikan sasaran kedua pelaku yang ingin mengacaukan penghitungan karena dari perolehan suara sementara yang diikuti Felet Toh kalah dalam perolehan suara. Pilkades Hoineno akhirnya dimenangkan Yaner Tamelan.
Merasa tidak puas dengan penganiayaan yang dialami, Yoel melaporkan hal itu ke Polres TTS. “Saya sudah lapor di Polres dan hasil visumnya juga sudah ada,”kata Yoel sambil menunjukan hasil visum dan bukti laporan polisi di Polres TTS.
Laporan polisi Yoel Banunaek bernomor : STTLP/77/III/2018/RES TTS. (Jon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *