Realisasi Proyek Dana desa Tuasene Dilaporkan ke Jaksa

oleh -1.5K views
Kota SoE, Fakta TTS-Ketua BPD dan dua warga desa Tuasene kecamatan Batu putih kabupaten TTS provinsi NTT mengadukan persoalan realisasi pemanfaatan dana desa tahun 2015, tahun 2016 dan tahun 2017 ke Kejari TTS, Selasa (6/2/2018). Yang dilaporkan untuk tahun 2015 satu unit bendungan mini beranggaran Rp 100 juta lebih, tahun 2016 yang diadukan adalah pembangunan 3 unit rumah dengan jalan sertu sepanjang 1 kilometer dan 5 unit runah,  tahun 2017 soal pembangunan irigasi persawahan 1,5 kilometer dan 3 unit rumah.
Hans Dami, ketua BPD didampingi Markus Mesak dan Soleman Datok kepada kasie Intel Kejari TTS, Nelson Tahik, Jaksa Semuel Sine dan jaksa Muhamad Husaifi mengatakan bendungan mini dikerjakan diluar tahun anggaran. Pekerjaan dianggarkan tahun 2015 tapi dikerjakan tahun 2016. “Kita lapor TPK untuk hentikan tapi TPK bilang dia bertanggungjawab. Nah saat Januari banjir bendungan langsung rusak terbawa banjir. Jadi kami masyarakat rugi,”kata Hans.
Sementara pekerjaan rumah dan sirtu kata Hans persoalannya menyangkut volume pekerjaan. Untuk sirtu ketebalan seharusnya 40 centimeter tapi realisasi ketebalan diduga tidak sampai 40 cm. Kemudian setahu Hans di RAB ada drainase tapu faktanya drainase tidak dikerjakan. Untuk pekerjaan rumah, material diduga dibelanjakan oleh TPK, pembelanjaan diduga kurang. Perunit rumah dianggarakan Rp 10 juta namun diduga material yang dibelanjakan hanya sekitar Rp 5 juta. “Itu sesuai informasi dari warga penerima,”katanya.
Untuk tahun 2017 kata Hans, irigasi dan satu bangunan Paud tidak selesai. “Kami minta kepada jaksa untuk telusuri karena kami duga ada korupsi,”katanya.
Kasie Intel Nelson Tahik mengatakan akan menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan penelusuran. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *