Araksi Serahkan Bukti Pendukung Masalah Tubuhue, Inspektorat & PMD Disebut

oleh -1.4K views

Kota SoE,fakta-tts.com – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyerahkan bukti pendukung untuk laporan kasus dugaan korupsi Dana Desa Tubuhue kecamatan Amanuban barat ke Kejari TTS, Jumat (21/6/2019).

Bukti pendukung berupa RAB program Dana desa tahun 2016,2017 dan 2018 itu diserahkan ketua Araksi TTS, Alfred Baun dan salah satu anggotanya Mega Ngefak kepada jaksa Semuel Sine,SH dan kasie pidsus Khusnul Fuad,SH di ruang kerja kasie pidsus.
Kepada pihak Kejari Alfred mengatakan dugaan korupsi yang dilaporkan bermodus SPJ Fiktif. Pertanggungjawaban sejumlah item pekerjaan dalam tiga tahun anggaran tersebut laporan pertanggungjawabannya diduga dimanipulasi karena tidak sesuai dengan realisasi fisik lapangan.
Alfred  mengatakan sesuai hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan sebelumnya banyak item kerja yang tidak selesai namun herannya Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pekerjaaan program dana desa bisa diterbitkan untuk pencairan dana tahun berikutnya. Atas persoalan itu Ia menduga ada manipulasi administrasi pertanggungjawab dana desa Tubuhue yang kuat dugaan melibatkan sejumlah pihak.
“Masa’ SPJ bisa lolos padahal fisik di lapangan amburadul, saya duga ini ada mal administrasi yang dilakukan pemerintah desa, dinas PMD dan inspektorat,”katanya.
Ia meminta pihak Pemda TTS agar tidak mencairkan dana desa Tubuhue tahun 2019 sehubungan dengan SPJ tahun sebelumnya yang diduga tidak benar itu.
Fuad mengatakan laporan Araksi sebelumnya sudah ditindaklanjuti oleh pihak Intel dengan mengkonfirmasi pihak dinas PMD TTS, namun ia belum tahu hasil konfirmasi pihak Intel ke PMD terkait sejumlah item yang disebutkan Araksi dalam laporan tertulisnya.
Fuad menambahkan bukti yang diterima akan ditindaklanjuti oleh pihak Intel untuk tindakan selanjutnya oleh pihak Kejari TTS.
Kasie Intel, Maurits Kolobani tidak berada ditempat saat kedatangan Araksi karena sedang mewakili Kajari TTS menghadiri acara penutupan BBGRM di Fatumnutu.
Alfred Baun mengharapkan  Kejari menyelesaikan proses laporannya itu hingga persidangan. “kalau masalah ini tidak dibongkar Kejari hingga tuntas maka biar Menkeu dan kemendes mau teriak bagaimanapun korupsi dibawah tidak akan selesai,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *