Datangi Polres TTS, Warga Persoalkan HOK Dana Desa Supul

oleh -1.9K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Warga desa Supul kecamatan Kuatnana kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (13/9/2019) pagi mendatangi unit tindak pidana korupsi satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polres TTS. Mereka mengadu soal pembayaran Harian Orang Kerja (HOK) proyek jalan dana desa Supul yang belum diterima utuh.
Usai bertemu penyidik Rudi Soik di ruang kerjanya, Mikael Nenohaifeto, Timotius Saefatu, Set Nenohaifeto dan Rosalina Nabatonis kepada fakta-tts.com mengatakan ada enam juta lebih untuk item pekerjaan hamparan sirtu yang tidak dibayar pengelola kegiatan kepada belasan warga pekerja.
“Untuk pekerjaan hamparan sirtu dananya ada Rp 39 juta lebih tapi yang terbayar hanya Rp 33 juta, terpotong 6 juta katanya enam.jutabitu untuk item kerja tembok penahan, padahal di RAB tidak begitu,”kata Set Nenohaifeto.
Tak hanya kecewa soal itu, warga juga menyampaikan soal upah kerja mereka mengumpulkan batu kali. Sesuai informasi dari pengelola kegiatan dalam rapat sebelumnya kata Set, upah kumpul batu kali perkubik sebesar Rp 70.000. mereka belasan warga kata Set berhasil mengumpulkan 179 kubik sesuai RAB yang diketahui. Namun tambah Rosalina, saat batu mulai diangkut ke lokasi pekerjaan, pihak pengelola mengatakan batu-batu tersebut harus dipecah lebih dulu dalam ukuran tertentu baru mereka dibayar. “Kami kecewa dan tidak terima ini dan kami minta dibayar karena kami sudah susah susah kumpul habis itu mereka omong lain lagi. dalam rapat tidak omong soal batu pecah, kami hanya diminta kumpul saja dengan harga perkubik 70 ribu sesuai RAB, sekarang bilang harus dipecah dulu baru bayar,”kata Rosalina yang tampak kesal.
Setahu mereka, anggaran batu pecah punya item tersendiri. Sehingga jika pengelola menghendaki batu-batu itu dipecah dengan ukuran tertentu maka batu-batu yang dipecahkan dihitunga tersendiri atau tidak digabungkan dengan anggaran pengumpulan batu. “Di RAB itu jelas bahwa anggaran kumpul itu tersendiri tidak gabung dengan batu pecah,”kata Set.
Dikatakan, mereka melaporkan hal itu ke polisi agar polisi melakukan pemeriksaan terhadap item-item pekerjaan program dana desa di Supul. “Kami minta polisi periksa karena kami duga ada yang tidak beres,”kata Set yang meminta Mikael menunjukan copia  RAB tanpa stempel desa yang dipegang.
Kepala desa Supul, Rista Laisnima yang dikonfirmasi pertelepon mengakui kalau ada beberapa item pekerjaan yang belum dibayar. Pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan pelaksana kegiatan. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *