Jaksa Kumpulkan Hampir 100 Dokumen Untuk Buktikan Korupsi di Kasus Embung Mnelalete

oleh -1.8K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Kasus dugaan korupsi pemanfaatan dana pembangunan Embung desa Mnelalete kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bernilai Rp 756 juta merupakan salah satu kasus yang ditangani Kejari TTS yang cukup menyita perhatian publik. Tak hanya jumlah tersangka yang mencapai lima orang namun ada tersangka dari kalangan pejabat Pemda TTS dan Anggota DPRD provinsi NTT yang baru saja mengakhiri masa bhaktinya. Semmy Nggebu, kadis PUPR dan Jefry Un Banunaek adalah dua sosok yang cukup dikenal selain tiga tersangka lain dari kalangan pengusaha yakni Timoitius Tapatap, Johanis Fanggidae dan Jemmy Un Banunaek,saudara Jefry Un Banunaek.
Dalam proses penetapan tersangka ditahap penyidikan kasus tersebut, sedikitnya jaksa mengumpulkan hampir 100 dokumen tertulis dan keterangan lebih dari 30 orang saksi untuk memperkuat dugaan korupsi yang berindikasi kekurangan volume kerja tersebut. “Bukti berupa dokumen itu ada 90-an, hampir 100. Kalau saksi ada sekitar 30-an orang,”kata Khusnul Fuad, penyidik kasus tersebut yang juga adalah kepala seksi tindak pidana khusus (pidsus) Kejari TTS.
Dikatakan Khusnul Fuad, Rabu (11/9/2019) di ruang kerjanya bahwa dokumen yang dikumpulkan sebagai Barang Bukti (BB) tersebut adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan alokasi anggaran proyek milik dinas PUPR di tahun yang bersangkutan, dokumen-dokumen dari proses kontrak kerja proyek hingga proses pencairan dana termasuk bukti transfer uang melalui rekening bank.

“Dokumen-dokumen itu umumnya dokumen soal proyek, mulai dari proses kontrak hingga pencairan dana, DPA SKPD, bukti rekenig dan lainnya,”ujar Khusnul.
Ia mengatakan penyidikan kasus itu ditargetkan akan selesai dipertengahan September atau awal Oktober 2019 ini. Setelah berkas penyidikan dirampungkan baru diserahkan ke jaksa penuntut. “Sebelum akhir masa perpanjangan penahanan tersangka sekitar awal oktober berkas sudah bisa kita serahkan ke penuntut,”kata Khusnul.
Dari kelima tersangka tersebut, empat tersangka (selain Jefry Un Banunaek) mulai ditahan penyidik sejak 1 Agustus 2019. sementara tersangka Jefri Un Banunaek baru ditahan 6 September 2019 seusai mengikuti sidang paripurna pelantikan Anggota DPRD provinsi NTT di Kupang.
Sementara tersangka Semmy Nggebu kini menjalani masa tahanan sebagai Tahanan Kota. Semmy diijinkan menjalani masa penahanan penyidik di luar Rumah Tahanan Negara (Rutan) karena alami sakit setelah beberapa hari menjalani masa tahanan di Rutan SoE.
Kelima tersangka kini masih menjalani pemeriksaan lanjutan oleh pihak penyidik dalam merampungkan berkas perkara para tersangka.
Diakui Khusnul Fuad, proses hukum kasus itu sedikit terhambat karena hasil perhitungan kerugian negara yang hingga kini belum diperoleh dari BPKP perwakilan NTT. (Jmb)
__________________________
Foto: Khusnul Fuad,SH, kasie pidsus Kejari TTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *