Pemuda Desa Mio Tewas Tersambar Petir Saat Terima Panggilan Telepon Dibawah Pohon Asam

oleh -2.7K views
Mio, fakta-tts.com – Dona Riki Nenoliu, lajang berusia 22 tahun, warga desa Mio kecamatan Amanuban Selatan kabupaten TTS, Senin (2/12/2019) siang sekitar pukul 12.00 wita tewas tersambar petir saat menerima panggilan telepon dibawah pohon Asam di dusun 4 desa Mio.
Kasat reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH kepada fakta-tts.com, Senin malam menyampaikan saat kejadian warga kampung Oenoni Rt 11 Rw 06 dusun 4 itu tengah berteduh dibawah pohon asam di tepi jalan bersama ibunya Sarci Tanu, dua adiknya Liance Lassa dan Antonius Nenoliu.
Mereka berteduh dibawah pohon itu karena hujan lebat saat mereka berboncengan pulang dari Puskesmas Panite menjenguk saudara mereka yang dirawat.
“Korban bersama mama kandung bersama kedua adiknya tersebut berteduh di bawah atap rumah dan duduk di atas tumpukan kayu dolgen. Karena korban ingin menerima telepon sehingga korban bergeser dari mama kandungnya dan berdiri di bawah pohon Asam. Ketika petir menyambar, korban tepat berada dibawah pohon Asam sehingga korban ikut tersambar petir,”jelas kasat Jamari lewat layanan WhatsApp.
Dijelasjan ketika melihat korban terjatuh, ibu korban langsung datang dan memeluk anaknya dibawa pohon Asam tersebut dalam keadaan hujan lebat.
Disampaikan polisi sudah memeriksa tempat kejadian dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas Panite untuk lakukan VER mayat.
Hasil pemeriksaan polisi jelas kasat Jamari korban mengalami luka bakar di bagian pangkal paha kanan dan bagian bokong kanan.
Pada bagian dada kiri dan kanan korban terdapat lebam bergaris garis, paha kiri dan kanan terdapat luka bakar, terbakar pada rambut kemaluan, terdapat lebam di punggung korban, pada kemaluan korban keluar cairan bening dan pada dubur korban keluar veses.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *