Peran TP4D di Proyek RSP Boking Dipertanyakan, Perlu Diperiksa Penyidik

oleh -1.8K views

Kota SoE,fakta-tts.com – Peran Kejari Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) di proyek pembangunan RSP Boking tahun 2017 lalu dipertanyakan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) kabupaten TTS.

Lewat telepon Selasa (12/11/2019) ketua Araksi TTS, Alfred Baun mengtakan selaku TP4D, keterlibatan Kejari TTS dalam proyek itu adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan pemanfaatan anggaran atau korupsi dalam proyek bernilai Rp 17 miliar lebih itu. Namun faktanya saat ini penyidik Polres TTS tengah melakukan penelusuran karena diduga terjadi korupsi dalam pemanfaatan dana pembangunan fisik proyek itu. “Keberadaan TP4D dalam mengawal proyek itu untuk mengantisipasi terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pengelolaan anggaran proyek, namun faktanya sekarang polisi menelusuri anggaran proyek itu, lalu saat itu rekomendasi TP4D seperti apa?, Saya minta penyidik periksa juga TP4D sebagai saksi,”katanya.
Sebelumnya Kajari TTS, Fachrizal,SH kepada wartawan di ruang kerjanya membenarkan kalau Kejari TTS berperan sebagai TP4D dalam proyek itu. Namun ia tidak berkomentar panjang lebar soal proyek itu. “Kalau soal pelaksanaan fisik, itu hal tekhnis. Yang tahu persis soal itu pemilik dan pelaksana proyek,”katanya.
Sebelumnya kasat reskrim Polres TTS, Iptu Jamari mengatakan hasil penyelidikan kasus itu segera diekspos di BPKP. Hal itu sebagai upaya memastikan indikasi kerugian negara dalam proyek itu. Rencana ekspos itu dilakukan setelah pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pelaksana proyek PT. Tangga Batu Jaya,Jakarta.
Kasat Jamari tidak membalas WhatsApp fakta-tts.com, Senin (11/11/2019) yang menanyakan apakah pihak TP4D juga akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus itu.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *