Polisi Datangi UPT Kehutanan TTS, Besok Kades Loli & Penebas Hutan Laob Tunbes Diperiksa

oleh -1.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) Polda NTT, Senin (9/12/2019) pagi mendatangi Kantor Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah kabupaten TTS.
Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah kabupaten TTS Frans Benyamin Fobia mengatakan pihaknya telah menyerahkan hasil penelusuran mereka terkait penebangan kayu di kawasan hutan produktif Laob Tunbes di desa Loli kecamatan Polen kepada penyidik Polres TTS yang menemuinya.
Benyamin Fobia pihaknya juga telah mengambil sikap soal persoalan penebasan hutan Laob Tunbes. “Hari ini kita sudah keluarkan panggilan, besok kita mulai periksa warga yang tebang dan kades Loli,”kata Fobia.
Dari data-data yang dihimpun tambah Fobia penebangan yang dilakukan warga jelas masuk dalam kawasan hutan produktif Laob Tunbes.
Dan sikap warga itu dianggap melanggar aturan kehutanan sehingga patut diambil tindakan.
Diakui pemerintah desa Loli bersama desa Puna dan Konbaki telah mengajukan permohonan penggunaan kawasan hutan produktif untuk skema Hutan Tanamann Rakyat (HTR) ke kementerian kehutanan pada 2018 namun belum dijawab oleh menteri.
“Ada permohonan masyarakat dari desa Loli, Puna dan Konbaki untuk skema HTR, tapi masih dalam proses perizinan di kementerian. Sudah diferivikasi, namun ijinnnya belum ada. Tapi herannya Masyarakat di Loli sudah mendahului sementara dua desa lain belum ada aksi apa-apa. Selama belum ada ijin dari kementerian itu meanggar aturan,”katanya.
Dikatakan pihaknya sudah meminta kepada warga Loli untuk menyetop penebasan itu namun herannya penebasan terus dilakukan.
Frans membantah ada pembiaran dari pihaknya terhadap aksi warga yang sudah berlangsung beberapa bulan itu. “Tidak ada pembiaran, tidak ada kerjasama kita dengan mereka (warga Loli),”katanya.
Soal oknum dibalik penebasan tersebut kata Frans akan terungkap dalam pemeriksaan nanti. “Kita akan tanya ke warga. Dan akan terungkap dalam pemeriksaan siapa yang suruh mereka tebang,”katanya.
Sebelumnya kades Loli, Yupiter Mella mengatakan penebasan hutan tersebut inisiatif warga sendiri setelah mengikuti sosialisasi soal program HTR dari dinas kehutanan di kantor desa Loli, Oktober 2019 lalu. (Jmb)
___________________
Foto: Frans Benyamin Fobia dan Yupiter Mella

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *