Polres TTS Tangkap Bandar Judi Kuru-Kuru Di Pasar Bes’ana

oleh -4K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Aparat buru sergap (buser) Polres Timor Tengah Selatan (TTS) Selasa (1/10/2019) siang sekitar pukul 12.00 wita menggerebek aktifitas permainan judi Kuru-kuru di pasar Bes’ana Kecamatan Mollo Barat. GR (32), warga Kota SoE diamankan dari lokasi permainan beserta sejumlah barang bukti. GR terindikasi bertindak sebagai bandar dalam permainan tersebut.
Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres TTS,Iptu Jamari,SH kepada fakta-tts.com melalui layanan WhatsApp Senin siang.
“telah diamankan oleh Tim Buser Sat Reskrim Polres TTS seseorang atas nama GR (32 th) yg sedang melaksanakan perjudian sebagai bandar kuru kuru (dadu) sementara bermain judi dilokasi tengah pasar,”demikian WhatsApp kasat Jamari.
Dijelaskan penggerebekan Tim Buser Polres TTS dibawah pimpinan Bripka John Taniu tersebut dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat di sekitar lokasi. “Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah layar, 1 set peralatan permainan, dan uang sejumlah Rp. 3.576.000,00,”jelasnya.
Atas perbuatan tersebut kata Jamari, GR ditetapka  sebavau Tersangka  dengan Pasal 303 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara.
Anggota DPRD TTS,Marthen Tualaka menyampaikan profisiat bagi Polres TTS yang tidak diam melihat fenomena aktifitas judi yang marak di kabupaten TTS.
Hanya saja Marthen Tualaka mempertanyakan upaya polisi soal penangkapan tersebut karena dari letak lokasi kejadian, praktik tersebut berlangsung di pasar Bes’ana yang jauh dari ibukota kabupaten, sementara dalam ibukota kabupaten TTS ada juga praktik judi namun itu seakan luput dari pantauan polisi.
“Saya sampaikan Profisiat bagi polisi karena walaupun jauh di Besana sana namun polisi tahu dan tangkap, tapi saya dengar judi marak di sekeliling ibukota juga. Kita harapakan polres punya perhatian khusus ke praktik judi yang ada di ibukota,”katanya.
Ia berharap Polres menangkap pelaku judi kelas kakap.  “yang kelas kakap juga harus ditangkap jangan yang teri saja karena yang teri itu mereka hanya mau senang-senang  saja. Tapi yang kelas kakap itu judi sudah dijadikan sebagai mata pencairan,itu yang ditangkap,”katanya.(jmb)
________________
Foto: Iptu Jamari dan Marthen Tualaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *