Setelah Supplier & Kades, Jaksa Tahan Lagi 2 Aparat Desa Hoi

oleh -1.2K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Setelah menahan Edinius Tuke Kepala Desa Hoi beberapa waktu yang lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS kembali menahan dua aparat desa Hoi kecamatan Oenino kabupaten TTS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2016.
Dua aparat desa yang ditahan  Rabu (15/5/2019) adalah Yustus Mnao dan Elias Nome dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa Hoi tahun anggaran 2016.
Beberapa bulan sebelum ketiga tersangka dari unsur aparat desa tersebut ditahan, jaksa sudah lebih dahulu menahan Vincensius Sonbai, supplier dalam proyek tersebut.
Sebelum melakukan penahanan Yustus dan Elias diperiksa penyidik Khusnul Fuat diruang Kasie Pidsus Kejari TTS.
Kepada wartawan Khusnul Fuad,SH menjelaskan kedua tersangka menjalani penahanan selama 20 hari ke depan sembari penyidik kejaksaan melengkapi berkas untuk persiapan pelimpahan ke pengadilan untuk disidangkan. Untuk peran dari kedua tersangka tersebut adalah bersama-sama dengan tersangka lainnya yakni Edinius Tuke dan Vincentius Sonbai dalam pelaksanaan pengerjaan dua item proyek pembangunan gedung PAUD Rp. 150 juta dan gedung Posyandu sebesar Rp. 80 juta.
Berdasarkan perhitungan inspektorat Kabupaten kerugian negara mencapai 157.386.000 dari dua item pekerjaan yakni pembangunan gedung PAUD 150 juta dan Posyandu 80 juta dari total dana Hoi tahun 2016 Rp. 1.005.035.000.
Seharusnya dana tersebut diswakelolah namun dikontraktualkan. Seharunya sebelum TPK membayar kepada kontraktor melihat progress kerjanya. Tapi yang terjadi pembayaran mendahului pekerjaan.
Sementara kuasa hukum tersangka Herry Batileo mengatakan sebagai warga negara yang baik harus taat dan tunduk pada proses hukum yang berlaku. Namun sebagai penasihat hukum dirinya akan melakukan langka-langka hukum untuk membela kliennya seperti mengajukan penangguhan penahanan dan pelajari kasusnya sebagai “senjata” untuk fight persidangan.
“Kami akan lakukan upaya hukum dengan langka pertama mengajukan penangguhan penahanan dan setelah itu kita akan pelajari kasusnya untuk kita fight dipersidangan,”jelas Herry.(Pau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *