Warga Sono Datang, Waka Polres : “Kades Belum Bebas”

oleh -1.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Sejumlah warga desa Sono kecamatan Amanatun Utara kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Jumat (12/7) pagi datang menemui Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie di ruang kerjanya.

Sakarias Taek, Martinus Tampani , Yeskial Toto dan Matheos Tampani datang bersama Otniel Tampani, pelapor kasus dugaan pemalsuan tandatangan oleh kades Sono Elkana Boti.
Ada juga tiga advokad, Stef Pobas, Simon Tunmuni dan Agus Banamtuan yang mendampingi Otniel Tampani, sang pelapor kades Elkana Boti.
“Mereka datang mempertanyakan perkembangan penanganan proses hukum kasus kepala desa Sono karena bilangnya kades ada omong di desa sana bilang dia sudah bebas (dari proses hukum). Saya sampaikan kepada mereka kalau kades belum bebas, kasusnya sementara diproses penyidik, untuk saat ini penahanan kades sementara ditangguhkan, jadi bukan sudah bebas dari proses hukum,”kata Wakapolres Herman kepada wartawan di ruang kerjanya usai bertemu warga.
Otniel Tampani kepada wartawan usai pertemuan mengatakan ia datang bersama penasehat hukumnya mempertanyakan kasus itu ke polisi karena selaku pelapor ia belum pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik sejak dilaporkan sekitar awal 2019 lalu.
“saya kesini karena saya tidak tahu perkembangan penanganan kasusnya,” kata Otniel.
Sementara Martinus Tampani dan rekan-rekannya mengatakan mereka ingin mendapatkan informasi soal perkembangan penanganan kasus itu karena kasus itu ada kaitannya dengan pekerjaan jalan desa sepanjang 1,3 kilometer yang melalui lahan mereka dari kampung Bumi ke Noetium. “Jalan itu tidak selesai dikerjakan. dugaannya tidak selesai karena dana masuk ke rekening kepala desa,”kata Stef Pobas yang diamini Martinus Tampani dan warga lainnya.
Selain itu menurut warga kepastian soal perkembangan penanganan kasus itu ingin diperoleh karena pada Maret 2019 lalu mereka mendapat undangan acara syukuran atas bebasnya kepala desa Elkana Boti.
 
 
Acara Syukuran itu kata warga berlangsung tanggal 26 Maret 2019 di rumah kades Elkana Boti yang juga dihadiri sejumlah caleg diantaranya Emmy Nomleni dan Daniel Pobas. “Kami tidak ikut acaranya tapi undangan yang kami dapat itu syukuran bebasnya bapak kades,”kata salah seorang warga.
 
 
Dikatakan Stev Pobas dan warga bahwa mereka akan kembali ke polres TTS menemui penyidik kasus itu pekan depan karena dari Wakapolres Herman Bessie mereka hanya mendapatkan informasi kalau kasus tersebut masih diproses dan kades Elkana belum bebas namun untuk jelasnya mereka diarahkan untuk bertemu Kasatreskrim dan penyidik.
 
 
Kasatreskrim dan penyidik tidak berada di tempat ketika hendak ditemui warga Jumat pagi.
 
 
Informasih yang dihimpun fakta-tts.com, kades Elkana Boti ditangguhkan penahanannya pada 13 Maret 2019 setelah ditahan sekitar sebulan lebih oleh penyidik di sel Mapolres TTS.
 
 
Kepada wartawan, Wakapolres Herman Bessie menjelaskan penyidik seemntara berupaya untuk mendapatkan keterangan dari ahli forensik. “Hasil uji lab forensik sudah ada, namun diperlukan juga keterangan dari ahli forensiknya. Bisa saja nanti kita kirim penyidik ke pihak lab forensik untuk dapatkan keterangannya,”kata Wakapolres Herman Bessie.
 
 
Kasat Reskrim Iptu Jamari,SH, tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi soal SP2HP bagi saksi pelapor. (Jmb)
______________________
Foto : warga desa Sono dan tiga advokad di lingkungan Mapolres TTS usai bertemu Wakapolres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *