6 Titik Batas Lahan Sengketa Bendungan Temef Tak Bisa Dijangkau

oleh -5.6K views
Polen, fakta-tts.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) SoE, Timor Tengah Selatan (TTS) Jumat (17/1/2020) menggelar sidang lapangan untuk memastikan lokasi lahan Bendungan Temef yang menjadi obyek sengketa gugatan ganti rugi yang diajukan Fransiskus Lodowik Mella.
Ada 17 titik batas yang sedianya akan dipastikan oleh majelis hakim dan para pihak yang berperkara namun dalam peninjauan tersebut tidak semua titik bisa dijangkau oleh majelis dan pihak yang berperkara. Ini karena sulitnya akses jalan untuk menjangkau titik-titik tersebut. Hujan juga menjadi kendala tersendiri bagi majelis untuk menjangkau enam titik tersebut.
Majelis hakim dan Para pihak kemudian hanya menunjuk titik yang dimaksud dari kejauhan dan bersepakat untuk tidak sampai ke titik tersebut.
Kuasa hukum Pemda TTS (tergugat IV), Alfredo Damanik,SH dan Joice Maakh,SH, jaksa pada Kejari TTS usai sidang lapangan kepada wartawan mengatakan titik batas yang tidak bisa dijangkau itu sebanyak enam titik di bagian selatan.
“Semua 17 titik tapi ada enam titik yang tidak bisa dijangkau karena cuaca dan tak ada jala kesitu. titik yang tak bisa dijangkau itu titik satu sampai enam yang ada di bagian selatan,”kata Alfredo didampingi Joice.
Joice menambahkan terhadap kondisi lapangan tersebut pihaknya selaku tergugat IV menyerahkan kepada majelis hakim untuk menyimpulkan.
Di lokasi peninjauan, kuasa hukum penggugat, Akhmad Bumi,SH mengatakan mestinya majelis hakim mengelilingi ke-17 titik batas yang ada karena pihaknya sudah menyiapkan titik ordinat dari masing-masing titik.
“Kita harusnya keliling semua titik karena ini mau uji kebenaran luas lahan yang jadi obyek sengketa. 17 titik itu kami sudah simpan dengan koordinat masing-masing,”kata Akmad Bumi ketika ditanya apakah pihaknya kecewa karena tidak semua titik didatangi.
“Semua kami kembalikan ke majelis hakim untuk menilai,”tambahnya.
Dikatakan dalam perkara tersbeut pihaknya sudah mengajukan 16 bukti untuk membuktikan dalil gugatan mereka diantaranya peta wilayah  tahun 1934 dan peta khusus obyek sengketa tahun 2019.
Luas lahan yang digugat ganti rugi oleh Fransiskus Lodowik Mella seluas 312 hektare yang meliputi wilayah tiga desa di kecamatan Polen dan Oenino yang menjadi kawasan pembangunan Bendungan Temef, yang sementara dikerjakan PT. Nindya Karya dan PT. Waskita Karya. Besaran ganti rugi yang diajukan Fransiskus Mella sebesar Rp 312 miliar. Pihak yang digugat adalah PT Nindya Karya pelaksana proyek bendungan Temef selaku Tergugat I, Pihak Balai Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR tergugat II, pemerintah provinsi NTT tergugat III dan Pemda TTS selaku tergugat IV.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *