Ada Suara Minta Tolong, Warga Kejar Pick Up, Benyamin Kedapatan Bawa Anak 11 Tahun

oleh -83.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pada Senin (13/1/2020) siang terjadi hal tak biasa di ruas jalan dari desa Kesetnana ke arah Siso kecamatan Molo selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Mobil pick up carry warna putih bernomor polisi
putih DH 8619 C yang melintas di jalur itu di kejar sejumlah warga karena ada suara anak meminta tolong yang terdengar dari dalam pick up yang melaju itu.
Sampai di Bikium wilayah desa Biloto mobil pic up tersebut berhasil dicegat warga. Suara minta tolong itu ternyata milik KEL, bocah berusia 11 tahun yang ada dalam mobil pick up yang disetir oleh Benyamin Faot tersebut.
Dari pengakuan KEL, warga kemudian menggiring Benyamin Faot ,pria berusia 60 tahun itu kendaraannya ke Mapolres TTS.
Kasat reskrim Polres TTS, iptu Jamari kepada fakta-tts.com Senin malam melalui layanan WhatsApp menjelaskan
Kronologi kasus itu bermula ketika sekira pukul 09.10 Wita KEL yang hendak pulang ke kampungnya desa Toineke kecamatan Kualin menunggu mobil angkutan umum dipinggir jalan di Oebesa. Lalu datanglah Benyamin Faot yang hanya sendirian diatas mobil Suzuki Pick up warna putih DH 8619 C tersebut.
Benyamin kemudian mengajak korban naik ke mobil dan akan menurunkan korban di SPBU KM. 3 Kesetnana. Namun sampai di KM. 2 Kesetnana, Benyamin membelokkan mobil tersebut ke arah Kesetnana arah Kantor KPU  dan.terus ke arah Siso.
Dalam perjalanan tersebut kata Iptu Jamari diduga Benyamin mencabuli KEL dengan meremas payudara dan kemaluan sehingga KEL berteriak meminta tolong dan didengar oleh warga yang kemudian mengejar mobil tersebut sampai di Bikium.
Beyamin Faot telah ditetapkan sebagai tersangka dengan
Pasal 81 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomir 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 milyar.
Benyamin sementara ditahan di sel Polres TTS bersama mobil pick up tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *