Bupati TTS Lapor Polisi Lagi, Kali Ini Anggota DPRD TTS Yang Dilaporkan

oleh -7.6K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM melaporkan Uksan Selan, anggota DPRD TTS ke Polres TTS terkait pernyataan ketua fraksi PKPI itu di sejumlah media cetak, online dan komentar-komentar di media sosial (Facebook) yang terposting pada Jumat 13 Februari 2020 dan Sabtu 14 Februari 2020.
 
Laporan bupati tersebut dibuat oleh kasubag di bagian hukum Setda TTS, Marson Nenoliu dan staf Marianus Kase di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTS, Senin (16/3/2020).
 
Marson kepada wartawan mengatakan pernyataan dan komentar Uksam di sejumlah media tersebut oleh bupati dirasa merugikan sehingga keduanya diperintahkan bupati TTS, Minggu (15/3/2020) malam untuk melaporkan Uksam Selan.
“Kami diperintahkan membuat laporan polisi atas pernyataan oknum DPRD Uksam Selan yang ada di media cetak, online dan di grup Facebook pemuda TTS. Disitu ada pernyataan yang bilang bupati seperti anak kecil dan seperti orang mabuk,”kata Nenoliu di ruang Kasatreskrim polres TTS usai membuat laporan pokisi di SPKT Polres TTS.
Marson dan Marianus menyertakan printout berita terkait pernyataan itu di media online Timor Ekspres, online Pos Kupang dan screenshoot komentar-komentar berita online Pos Kupang yang dibagikan akun Facebook Teddy Sunbanu di grup Facebook, Pemuda TTS.
Kasatreskrim Iptu Jamari mengatakan setelah menerima laporan tersebut pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak terkait untuk diminta klarfikasi sebagai saksi. “Pak bupati sebagai korban juga kita akan minta klarfikasi, dari media juga dan pihak terkait lainnya,”kata Jamari.
Laporan bupati Eppy Tahun ini merupakan yang kedua kalinya dalam satu tahun massa kepemimpinannya bersama Jhony Army Konay,SH, wakil bupati TTS.
Beberapa bulan setelah dilantik Maret 2019 lalu bupati Eppy Tahun melaporkan Fridus Banunaek, oknum pemuda dari desa Fenun kecamatan Amanatun Selatan. Alasan laporan saat itu, bupati Eppy Tahun merasa pernyataan Fridus Banunaek di Facebook mengomentari berita media online soal pemberantasan judi yang dibagikan di Facebook  telah menyinggung  pribadi dan jabatan sebagai bupati TTS.
Orang tua Fridus dari desa Fenun dan Keluarga Banunaek kemudian menyampaikan maaf secara adat kepada bupati Eppy Tahun dengan mendatangi rumah jabatan Bupati TTS.
Setelah itu bupati Eppy Tahun kemudian menarik laporannya dan proses hukum terhadap Fridus dihentikan. Fridus yang sempat ditahan beberapa hari kemudian dilepas polisi dari penahanan. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *