Hakim Tipikor Periksa Landscape Kantor Bupati TTS, Ini Item Yang Diperiksa

oleh -3.6K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang yang mengadili perkara dugaan tindak pidana korupsi dana pembangunan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2014 untuk terdakwa Fredik Oematan (PPK) dan Juarin (pelaksana proyek), Jumat (7/2/2020) siang sekitar pukul 13.00 wita menggelar sidang lapangan dengan memeriksa landscape kantor bupati TTS yang menjadi obyek persoalan tersebut.
Sidang lapangan tersebut dipimpin ketua majelis Prasetio Utomo,SH didampingi dua anggotanya. Hadir pula penasehat hukum terdakwa Fredik Oematan, Benny Taopan,SH dan penasehat hukum terdakwa Juarin, Jemmy Haekase,SH.
Dalam sidang lapangan itu, JPU, Khusnul Fuad,SH, Mourits Kolobani, SH dan Prima Wibawa Rantjalobo,SH menghadirkan saksi ahli dari Poltek negeri Kupang, Wellem Daga untuk memberikan klarifikasi lapangan terkait dengan hasil pemeriksaan fisik proyek tersebut yang dilakukan tahun 2016 lalu atau dua tahun setelah pekerjaan proyek selesai dikerjakan. 
Saat pembukaan sidang, Wellem Daga menyampaikan ada lima item pekerjaan yang diperiksa tahun 2016 lalu. Item-item tersebut yakni pekerjaan jalan keliling dalam lingkungan kantor bupati, Penataan halaman, Air mancur, podium dan tiang bendera. Kelima item ini yang kemudian diperiksa oleh majelis hakim.
 
Wellem Daga menyampaikan hasil pemeriksaan ahli poltek tahun 2016 lalu ditemukan ada kelebihan dan kekurangan volume kerja pada lima item pemeriksaan tersebut. Kekurangan volume terdapat pada empat item kerja dan kelebihan volume terdapat pada satu item pekerjaan yakni penataan halaman.
 
Dijelaskan untuk item pekerjaaan jalan keliling yang diukur adalah ketebalan aspal dan fondasi dan ditemukan pekerjaan hotmix ketebalannya berfariasi antara 3,5 cm sampai 4 cm. total bobot pekerjaan item tersebut hanya 50 persen
Untuk Penataan halaman ditemukan hasil pekerjaan lebih dari seratus persen.
Untuk pekerjaan Air mancur kata Wellem bobot pekerjaan hanya 91 persen. “Yang kurang volume itu ada pada galian fondasi, pasangan batu karang, water proof dan cat dinding yang total kekurangannya 8 persen lebih,”kata Wellem.
Untuk pekerjaa  Podium, kekurangan juga pada galian fondasi, urugan kembali, plesteran, pasangan batu karang dan cor rabat lantai. bobot pekerjaan ini dikatakan hanya 98 persen.
Untuk pekerjaan Tiang bendera kekurangan terdapat pada pekerjaan urugan pasir dibawah lantai, plesteran bak dan pasangan keramik yang antislip. Bobot kerja item ini hanya 85,8 persen.
Persidangan lapangan ini berlangsung sekitar satu jam. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *