Ini Motiv Pembunuhan dan Penganiayaan Berat di Kualin

oleh -4.1K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS),NTT mengungkap motiv tindakan penganiayaan berat dan pembunuhan yang diduga dilakukan Yusti Robinson Timaubas (36), wiraswasta, yang tinggal di  RT 016/RW 007 desa Oni terhadap tiga saudaranya Yupiter Timaubas (55), Heridion Timaubas (30) dan Imer Nenabu (11).

Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari Rabu (29/1/2020) mengatakan sesuai hasil penyelidikan polisi, tersangka Yusti Robinson Timaubas melakukan penganiayaan yang menyebabkan salah satu korban meninggal itu karena tersangka punya dendam pribadi. Dendam tersebut ada kaitannya dengan persoalan sebelumnya dengan Maxi, ayah dari korban meninggal Imer Nenabu (11). Persoalan antara Yusti Robinson Timaubas dengan Maxi ini sempat ditangani Polsek Kualin dan Yusti Robinson kata Jamari sempat di sel di mapolsek setempat beberapa hari. Kasat Jamari tidak menjelaskan persoalan antara Maxi dan tersangka Robinson.
Ketiga orang tersebut dianiaya sekaligus oleh Robinson dalam waktu beberapa jam pada Senin (20/1/2020) malam dan Selasa (21/1/2020) dini hari. Imer Nenabu, keponakan tersangka tewas setelah mendapat pelayanan di puskesmas Kualin.

Korban yang pertama dianiaya adalah Yupiter Timaubas (55) petani di RT 009/RW 004, desa Oni, yang mengalami luka robek di  testa bagian kiri terkena benda tajam/pisau. Informasi yang dihimpun dari warga setempat korban Yupiter adalah bapak tiri dari pelaku.
Korban kedua atas nama  Heridion Timaubas (30), adik kandung pelaku yang mengalami luka robek pada paha kiri, punggung kiri, betis kaki kiri dan pergelangan tangan kiri akibat terkena benda tajam.
Korban ketiga adalah Imer Nenabu (11) Keponakan pelaku yang tinggal di Taus, Deaa Kualin. Imer mengalami luka robek akibat terkena benda tajam pada leher bagian kiri dan kanan, setelah dibawa ke Puskesmas Kualin dan sempat mendapat perawatan, korban meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh dari kepolisian kronologis kejadian bermula pada senin tanggal 20 Januari 2020 sekitar pukul 23.30 wita bertempat di rumah korban Yupiter, pelaku melakukan penganiayaan menggunakan pisau terhadap korban Yupiter. Korban berhasil melarikan diri dan meminta bantuan kepada tetangga.
Kemudian sekitar pukul 02.30 wita hari Selasa 21 Januari 2020, pekaku meminta tolong kepada saksi Feliks Sakan untuk diantar ke rumah pelaku di Bitan menggunakan kendaraan yang dikemudikan pelaku. Tiba di rumahnya, pelaku masuk ke rumahnya. sekitar 1 menit lalu keluar lagi dan mengajak saksi Feliks pergi untuk beli rokok di rumah korban Heridion yang berjarak sekitar 1 kilometer.
Setibanya di rumah korban Hirodion, pelaku mengetuk pintu dan memanggil korban hendak membeli rokok. Setelah korban  bangun dan membuka kios, pelaku membeli rokok menggunakan uang Rp. 50.000. Kemudian korban berbalik hendak mengambil uang kembalian, saat itu pelaku  langsung mengambil pisau dan menikam korban dari belakang.
Saksi Feliks berteriak mengingatkan korban dan langsung lari menggunakan motornya.
Setelah menikam korban Heridion, Pelaku berjalan kaki menuju rumah korban Imer Nenabu yang berjarak sekitar 750 meter dan sekitar pukul 03.30 wita pelaku masuk ke rumah korban Imer melalui pintu belakang yang biasanya tidak dikunci. Setibanya di dalam kamar, korban sementara tidur pulas bersama ibu kandung korban Ranci Timaubas. Kemudian pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau yang sudah dibawa pelaku sebanyak 2 kali. Tikaman tersebut mengenai korban pada leher kiri dan kanan yang menyebabkan korban kemudian meninggal di puskesmas Kualin.
Sekitar pukul 03.45 wita keluarga korban datang melapor ke Mapolsek Kualin dan Kapolsek Kualin IPDA Simon Petrus Ninu bersama 2 anggota BRIGPOL Paulus Bien dan  BRIGPOL Vincen Bria melakukan pencarian terhadap pelaku.
Dan sekitar pukul 07.00 wita pelaku ditangkap di rumah Ongki Ton di Kiu ana, Rt/Rw 013/006, desa Oni.
Sekitar pukul 07.15 wita anggota polisi membawa pelaku menuju Mapolsek Kualin tetapi tiba di cabang Oni polisi mendapat hadangan dari keluarga korban tetapi massa dapat dihalau dan pelaku tiba di sel Mapolsek sekitar pukul 07.30 wita.
Sekitar pukul 07.40 wita keluarga korban datang ke Mapolsek Kualin dan berusaha mencari pelaku, tetapi setelah melakukan koordinasi,keluarga dapat dibubarkan dan pihak keluarga meminta agar pelaku segera digeser ke Kota SoE.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *