JPU Banding 2 Perkara Embung Mnelalete, Tak Ada Perintah Penahanan Untuk Semmy

oleh -1.9K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Timor Tengah Selatan  (TTS) Fachrizal,SH mengatakan pihaknya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah resmi mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang untuk dua perkara Embung Mnelalete yakni untuk terdakwa Jefri Un Banunaek, mantan anggota DPRD NTT dan Semuel Nggebu alias Semmy Nggebu, mantan kadis PUPR kabupaten TTS. Tiga perkara lain dalam masalah itu yakni untuk terdakwa Johanis Fanggidae, Thimotius Tapatab dan Jemmy Un Banunaek kabarnya baru akan dibacakan pada persidangan pekan depan.
Kajari Fachrizal menyampaikan upaya banding dilakukan karena vonis satu tahun penjara untuk masing-masing terdakwa tersebut dianggap ringan atau jauh dari tuntutan JPU. Dalam sidang sebelumnya JPU menuntut 5 tahun penjara untuk terdakwa Jefri Un Banunaek dan 4 tahun penjara untuk terdakwa Semuel Nggebu alias Semmy Nggebu karena terbukti secara sah dan meyakinkan sesuai fakta persidangan melakukan tindak pidana korupsi.
Selain vonis yang dianggap ringan kata Kajari Fachrizal
khusus untuk vonis terdakwa Semmy Nggebu, tidak memenuhi syarat isi putusan sesuai yang diatur dalam KUHAP pasal 197 ayat 2.
Disampaikan isi putusan mesti memuat perintah hukum untuk menjalankan isi putusan soal penahanan misalnya ditahan, tetap dalam tahanan atau bebas. Namun dalam amar putusan terdakwa Semmy tidak memuat perintah soal penahanan namun terdakwa dinyatakan bersalah dan divonis satu tahun penjara. Disampaikan saat perkara Semmy diajukan ke pengadilan oleh JPU, Semmy berstatus tahanan kota.
Karena tidak ada perintah hukum dalam isi putusan apakah ditahan, tetap dalam tahanan atau bebas  maka kata Kajari Fachrizal, putusan Semmy bisa batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat isi putusan sesuai KUHAP. “Kalau tidak ada perintah putusan, maka putusan bisa batal demi hukum,”katanya.
Menanggapi itu kuasa hukum Semmy Nggebu, David Adoe,SH menyampaikan Kajari tidak mengakui dan tidak menghormati jalannya persidangan. “kalo tidak memenuhi syarat sesuai KUHAP berarti KAJARI tidak mengakui persidangan..dan Tidak MENGHORMATI jalan nya persidangan yg telah di laksanakan oleh Majelis Hakim..Kenapa waktu pembacaan Putusan..JPU tdk pertanyakan langsung dlm Persidangan..? Knp skrng baru mau di pertanyakan..? Ingat kita semua warga negara indonesia dan Taat dan Patuh pada Hukum yg berlaku..dan semua perbuatan ada konsekuensi hukum..tidankan di luar dari amar putusan pengadilan ada konsekuensi Hukum..,”demikian David Adoe melalui layanan WhatsApp.
Dikatakan status Semmy  Nggebu hingga Jumat (3/4/2020) adalah tahanan kota hingga ada keputusan atas upaya banding oleh JPU.
Pihak majelis hakim belum berhasil dikonfirmasi soal ini.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *