JPU : “Tony Sianto & Iswan Hadi Ikut Bertanggungjawab Atas Kerugian Negara Landscape Kantor Bupati TTS”

oleh -3.7K views
Kupang, fakta-tts.com – Sidang perkara korupsi dana pembangunan landscape kantor bupati TTS tahun 2015 untuk terdakwa Eddy Oematan, PPK-mantan Kabag Umum Setda TTS dan Juarin, pelaksana proyek dari PT Marga Madu Indah (MMI) masuk pada agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (23/3/2020), JPU Kejari TTS menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana penjara masing-masing enam tahun penjara potong masa tahanan.
Untuk terdakwa Eddy selain hukuman kurungan, JPU menuntut Eddy
dikenakan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan jika tidak membayar denda.
Untuk terdakwa Juarin selain pidana kurungan dan denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp 122.399.603 subsidair tiga tahun kurungan jika tidak membayar uang pengganti tersebut.
Dalam tuntutan, JPU juga mengungkap dugaan keterlibatan Tony Sianto, pemilik toko Mubatar SoE dan Iswan Hadi, pihak yang memberikan PT Marga Madu Indah kepada Juarin untuk mengikuti tender proyek tersebut. Tony dan Iswan juga sebagai saksi dalam dua perkara tersebut.
Dalam tuntutannya JPU memohin kepada majelis hakim untuk menetapkan saksi Tony Sianto dan Iswan Hadi juga sebagai pihak yang ikut bertanggungjawab dalam kerugian negara dalam kasus itu karena sesuai fakta persidangan Tonny menerima uang kelebihan pembayaran dan Iswan Hadi menerima Fee dari Juarin dalam proyek tersebut. “memohonkan penetapan untuk saksi TS & IW turut bertanggungjawab atas kerugian negara,”ungkap JPU.
Lewat telepon JPU Khusnul Fuad,SH menyampaikan sesuai fakta persidangan kerugian negara dalam proyek tersebut disebabkan dua hal yakni adanya kekurangan fisik pekerjaan dan kelebihan pembayaran.
Untuk kerugian negara yang disebabkan kekurangan fisik pekerjaan kata Fuad, sesuai hitungan ahli Poltek negeri Kupang, fisik yang dikerjakan PT MMI hanya 72 persen namun yang dimohonkan Juarin untuk dibayarkan  bagian umum Setda sebagai pemilik proyek sebesar 81 persen. “Selisih pembayaran dari hitungan ini yang bertanggungjawab adalah Juarin,”katanya.
Kemudian tambah JPU Fuad, dari yang dimohonkan Juarin sebesar 81 persen itu, bagian umum memproses pencairan ke dinas keuangan sebesar 90 persen. Ini terjadi karena proses salah hitung dari Misraim Fallo alias Hing Fallo, KTU bagian umum Setda TTS. Selesih kelebihan pembayaran sekitar 9 persen atau sekitar Rp 333 juta itu dicairkan dan masuk ke rekening Tony Sianto.
Sebelumnya dikatakan Fuad, bahwa uang proyek tersebut masuk ke rekening Tonny Sianto karena adanya surat kuasa dari Juarin. “sesuai fakta sidang, tidak ada uang proyek itu yang masuk ke rekening Juarin,”kata Fuad pekan sebelumnya. 
Sedangkan Iswan Hadi kata Fuad sesuai fakta persidangan menerima Rp 93 juta dari Juarin sebagai fee perusahaan PT MMI yang dipakai Juarin di proyek tersebut. Iswan Hadi juga yang mengupload dokumen perusahaan dalam proses lelang.
Besaran kerugian negara dalam perkara tersebut sebesar Rp 500 juta lebih dari total nilai proyek Rp 3 miliar lebih.
Dalam kasus ini berkas dua tersangka lain, Hing Fallo dan Erik Ataupah, konsultan pengawas, masih ditangan penyidik Polres TTS.
Tonny Sianto dan Iswan Hadi belum berhasil di konfirmasi soal dugaan keterlibatan mereka tersebut. (Fan/Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *