Penyidik Koordinasi Dengan JPU Soal Pelimpahan Berkas Perkara Hing & Erik

oleh -1.6K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) sudah berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal pelimpahan Berkas Perkara (BP) tersangka Misraim ‘Hing’ Fallo dan Erik Ataupah di kasus dugaan korupsi proyek pembangunan landscape kantor bupati TTS tahun anggaran 2014.
“Untuk kasus Landscape kita sudah koordinasi dengan jaksa soal penyelesaian berkas dua tersangka (Hing Fallo dan Erik Ataupah,”kata Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Hendricka R.A. Bahtera kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2020).
Dikatakan saat ini penyidik tengah merampungkan berkas kedua tersangka untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut Kejari TTS.
Namun ia tidak memastikan kapan berkas kedua tersangka dikirim ke jaksa penuntut. “Kami tidak pastikan ya, tapi kami lagi berupaya agar berkasnya cepat rampung dan diserahkan,”katanya.
Sebelumnya kasie pidsus Kajari TTS, Khusnul Fuad,SH di kantornya mengatakan pihaknya menunggu pelimpahan berkas kedua tersangka itu karena dua perkara sebelumnya untuk tersangka Eddy Oematan, mantan kabag umum Setda TTS sebagai PPK dan Juarin, pelaksana proyek sudah divonis bersalah di pengadilan Tipikor Kupang sebulan lalu. Perkara tersebut kini ditahap banding di Pengadilan tinggi Kupang.
Proyek landscape ini bernilai Rp 3,7 miliar yang dikerjakan Juarin tahun 2014 lalu. Juarin  mendapat kuasa dari direktur PT. Marga Madu Indah. Erik Ataupah selaku konsultan pengawas proyek itu.
Dalam perkara Eddy Oematan dan Juarin terungkap kalau nilai korupsi dalam pemanfaatan dana proyek tersebut sebesar Rp 500-an juta. Indikasi Korupsi tersebut timbul dari kekurangan fisik pekerjaan dan kelebihan pembayaran.
Sesuai hitungan ahli Poltek negeri Kupang, fisik yang dikerjakan Juarin hanya terealisasi 72 persen. Juarin mengajukan permohonan pencairan dana ke bagian umum Setda sebagai pemilik proyek sekitar 81 persen. Atas pengajuan tersebut Bagian umum melakukan proses pencairan dana ke dinas keuangan sebesar 91 persen. Dinas keuangan lalu mencairkan dana ke rekening Tonny Sianto, pemilik Toko Mubatar SoE di bank NTT cabang SoE. Pencairan dana oleh bank NTT cabang SoE ke rekening Tonny Sianto ini terjadi atas surat kuasa dari Juarin. Tonny Sianto adalah pihak diluar kontrak yang memiliki piutang dengan Juarin. Dalam pekerjaan proyek tersebut, Juarin mengambil barang atau material bangunan dari Tonny Sianto secara hutang.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *