Tidak Ada Dalam BAP, JPU  Minta Dua Eks Petinggi Bank NTT SoE Diperiksa di Sidang Landscape Kantor Bupati TTS

oleh -4.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana pembangunan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2014 untuk terdakwa Fredik Oematan (PPK) dan Juarin (pelaksana proyek) di pengadilan Tipikor Kupang sudah pada tahap pemeriksaan saksi. Jumat (7/2/2020) hari ini digelar sidang lokasi.
Jaska Penuntut Umum (JPU) Khusnul Fuad,SH kepada fakta-tts.com , Jumat (7/2/2020) sebelum sidang lokasi menyampaikan saksi dari sejumlah unsur pemerintah maupun pihak ketiga yang merupakan saksi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah diperiksa di persidangan, masih tersisa saksi dari unsur panitia PHO dan beberapa saksi lain.
Namun sesuai keterangan saksi-saksi BAP dalam persidangan kata Khusnul Fuad, pihaknya membutuhkan keterangan saksi lain di luar BAP untuk kedua perkara tersebut. “Dari fakta persidangan, ada saksi di luar saksi BAP penyidik yang kita butuhkan keterangannya,”kata Fuad.
 
Dijelaskan saksi diluar BAP yang dibutuhkan keterangannya di persidangan adalah mantan pimpinan bank NTT SoE, Benny Pellu dan wakilnya. “Ada dua saksi dari pihak bank NTT cabang SoE yang kita butuhkan keterangannya yakni pimpinan cabang waktu itu Benny Pellu dan wakilnya waktu itu,”katanya.
 
Keterangan Benny Pellu dan wakilnya dianggap penting karena proses transaksi keuangan proyek tersebut persisnya diketahui oleh Benny dan wakilnya.
 
Sementara dalam BAP kasus tersebut saksi pihak Bank NTT cabang SoE yang diminta keterangan oleh penyidik adalah Melkias Benu, kepala bank NTT cabang SoE saat ini. Menurut JPU, Khusnul Fuad, dalam keterangannya Melkias Benu hanya menerangkan soal SOP secara umum tidak sampai pada tekhnis proses transaksi dana waktu itu. Ini karena saat itu bukan Melkias Benu yang menjabat pimpinan cabang bank NTT SoE.
“Pak Melki saksi BAP tapi hanya jelaskan soal SOP saja. bicara soal tekhnis pelaksanaan transaksi waktu itu pimpinannya pak Benny dan wakilnya. Makanya kita butuh keterangan dari pak Benny dan wakilnya untuk menjelaskan soal transaksi waktu itu,”katanya.
Dikatakan permintaan untuk menghadirkan Benny Pelu dan wakilnya ke persidangan sudah diajukan ke majelis hakim dan disetujui. “Hanya tinggal waktu pemeriksaannya kapan,”katanya.
Besaran kerugian negara dalam perkara tersebut Rp 548.931.408 dari pagu dana Rp 3.549.399.800. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *