TPDI Desa Taebonoe Buka-Bukaan, Ada Dugaan RAB Dibuat Suplier

oleh -1.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pihak Kejari Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menyelidiki dugaan korupsi pemanfaatan dana desa Taebone kecamatan Fatukopa tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.
Sejumlah pihak sementara dalam pemeriksaan jaksa mulai awal pekan ini. Tenaga Pendamping Desa Tekhnik Infrastruktur (TPDI) kecamatan Fatukopa, Rolan Pello adalah salah satu pihak yang ikut dipanggil Kejari TTS untuk dimintai keterangan dalam penelusuran masalah itu.
Rolan pun tak menolak diwawancarai wartawan saat menunggu giliran pemeriksaan Kamis (10/9/2020) di kantor Kejari TTS.
Kepada wartawan Roland Pello mengatakan desa Taebone adalah desa yang dirasa sulit dalam koordinasi terkait dengan pengurusan administrasi tekhnis kegiatan. Salah satunya soal proses pembuatan RAB program kegiatan. RAB program dana desa di tahun angggaran 2017 dan 2018 kata Rolan diduga bukan dibuat tenaga tekhnis desa setempat tapi pihak luar yang bukan sebagai pelaku tekhnis di desa.
“RAB dibuat suplier dari Belu. harusnya kader tekhnis desa di fasilitasi kami sebagai TPDI,”ujar Roland.
Hal itu kata Rolan diketahui saat asistensi di dinas PMD kabupaten TTS. “Ketahuan saat asistensi di kabupaten. Mereka bawa RAB yang dibawa suplier, kami malu di dinas karena bukan RAB dari desa yang dibawa.RAB dari desa juga tidak ada karena tak pernah ada koordinasi dengan Pendamping desa tekhnik infrastur,”katanya.
Pekerjaan yang RAB-nya diduga disiapkan suplier setahu Rolan yakni program Embung tahun 2018 dengan dana sekitar Rp 200 juta. Ada tiga embung. Pekerjaan  Embung itu kata Rolan dikerjakan CV Kasih jaya asal Atambua-Belu dengan direkturnya Maria Asumta Loe.
Ada juga pekerjaan pembangunan
Rumah 10 unit yang dikerjakan CV Kasih jaya tahun 2017 dengan anggaran Rp 141.731.000. selain itu ada pekerjaan Perpipaan di tahun 2017 yang dikerjakan  Yufen Fodifridus Bria dari CV Ratu Dian dengan nilai kontrak Rp 144.337.200. panjang jaringan pipa sskitar 2.000 meter.
Saat diwawancarai wartawan,Yosep dari CV Kasih Jaya  mengaku  menyusun RAB sendiri tanpa melibatkan PDTI atas permintaan kades Taebone,Anderias Atiupbesi yang sudah dikenalnya sejak lama.
Terkait harga ia melakukan survey di wilayah Atambua.”Saya sewa bendera untuk pekerjaan 3 unit embung dan RAB nya saya buat atas permintaan kepala desa”,ujar seperti dikutip dari liputan4.com.
Dijelaskan pekerjaan 3 unit embung tahun anggaran  2018 dengan dana sebesar 675 juta dan  sudah dibayarkan 100 persen meski pekerjaan baru 80 persen.
Ketika ditanya terkait pekerjaan yang belum selesai, Yosep mengatakan masih ada 3 unit  bak belum dikerjakan dan juga belum  ada pipa. Alasan tidak dilanjutkan pekerjaan,kata Yosep karena tukang dari desa menolak untuk bekerja sehingga bahan bangunan seperti semen membatu dan pasir terbawa  air saat musim hujan. “Kami mau lanjutkan pekerjaan namun tukang tidak mau kerja lagi sehingga takutnya bahan bangunan mubasir”,ujarnya lagi.
Ia juga mengaku atas pekerjaan  tersebut, dirinya  memberikan sejumlah uang sebagi  fee kepada sang Kades sebesar 80 juta untuk 3 Embung.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *