KPU TTS Buka Kotak Suara

oleh -4.1K views
Kota SoE,Fakta TTS-KPU kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/8/2018) siang membuka 54 kotak suara Pilkada TTS di kantor KPU TTS untuk mengambil sejumlah dokumen diantaranya C1 KWK, C2 KWK,C5 KWK yang berhologram, DA dan DA1 sebagai pembuktian KPU TTS terhadap dalil gugatan Pihak Pemohon pasangan calon (paslon) Obed Naitboho-Aleksander Kase yang disampaikan di Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Dalam dalil gugatannya pemohon mengklaim ada indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan termohon di 54 TPS di 23 desa dalam 10 dari 32 kecamatan di kabupaten TTS  berupa penambahan suara sebanyak 166 untuk paslon nomor urut 3, Eppy Tahun-Jhon Army Konay, pengurangan suara paket nomor 2, Obed Naitboho-Aleks Kase sebanyak 129 suara, pengurangan suara paket 1, Ampera Seke Selan-Jaan Tanaem sebanyak 140 suara dan paket nomor 4, Johanis Lakapu-Yefta Mella sebanyak 39 suara, yang pada akhirnya menempatkan paslon Eppy Tahun-Jhon Army Konay sebagai peraih suara terbanyak dalam pleno hasil penghitungan KPU TTS awal Juli 2018 lalu.
“kami buka kotak suara ini untuk kepentingan pembuktian kami sebagai termohon terhadap dalil gugatan pemohon  dalam sidang MK,”kata Santi Soinbala sesaat sebelum pembukaan kotak suara yang dikawal ketat anggota Polisi.
Vendy Litelnoni mengatakan tidak ada penambahan atau pengurangan suara yang dilakukan KPU TTS sebagai penyelenggara untuk menguntungkan atau merugikan paslon manapun di Pilkada TTS karena itu dokumen-dokumen tersebut diperlukan untuk membuktikan di MK kalau klaim pemohon tidak benar. “dari data-data ini kami mau buktikan di MK kalau tidak ada penambahan atau pengurangan suara untuk menguntungkan atau merugikan paslon manapun,”kata Litelnoni.
Ali Antonius, kuasa hukum paslon Eppy Tahun-Jhon Army Konay melihat klaim pemohon tidak disertai bukti yang cukup soal adanya penambahan ataupun pengurangan suara keempat paslon. “pemohon harusnya punya bukti yang cukup untuk menguatkan kalau ada penggelembungan atau pengurangan suara di TPS-TPS yang disampaikan dalam gugatan mereka,”kata Ali Antonius yang mengaku sudah 12 kali menang dalam perkara gugatan Pilkada ini.
Pembukaan kotak suara ini awalnya sempat di tolak oleh Namu Praing,cs kuasa hukum paslon Obed Naitboho-Aleks Kase sebagai pemohon.
Namu menghendaki pembukaan kotak suara dilakukan untuk 921 kotak suara. “kami keberatan,”kata Namu.
Menanggapi itu Santi Soinbala mengatakan kotak suara yang dibuka itu hanya kotak suara yang ada kaitannya dengan dalil yang disampaikan pemohon dalam gugatannya.
Setelah berdebat beberapa saat kotak suara akhirnya dibuka. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *