Panwaslu Bubarkan Coklit di Gereja Bikekneno

oleh -1.3K views
Kota SoE, Fakta TTS-Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) membubarkan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu  (DP4) oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) KPU kabupaten TTS di kecamatan Molo selatan pekan lalu.
 
Ketua Panwaslu kabupaten TTS, Melki Fay kepada wartawan di kantornya, Senin (29/1/2018) siang mengatakan pembubaran coklit tersebut dilakukan karena dilakukan di salah satu gereja di desa Bikekneno. “Warga diundang ke gereja baru dilalukan coklit. Anggota kita di kecamatan laporkan kepada kami dan kami perintah untuk bubarkan karena itu pelanggaran,”kata Melki.
 
Ia mengatakan aturannya petugas harus datang rumah ke rumah untuk melakukan coklit data bukan himpun warga disuatu tempat baru dilakukan coklit.
Dikatakan pihaknya sudah merekomendasikan ke KPU kabupaten TTS untuk dilakukan coklit ulang.
 
Selain di kecamatan Molo selatan kata Melko pihaknya juga menemukan hal yang sama di kecamatan Kuatnana, Batu putih dan Amanuban barat. Hanya saja tempatnya bukan di gereja. “Tempatnya kami masih tunggu informasi dari teman-teman di lapangan, tapi di tiga kecamatan ini juga sama, warga dihimpun di suatu tempat baru di coklit,”katanya.
 
Melki mengimbau agar semua elemen masyarakat memantau jalannya coklit karena tahapan tersebut punya pengaruh besar terhadap hasil pemilu kepala daerah Juni 2018 mendatang. Untuk itu dia mengimbau juga agar warga yang tidak di coklit dapat melapor diri di posko Panwaslu yang ada di setiap kecamatan agar diteruskan ke KPU untuk di coklit. “Kami ada siapkan posko di semua kecamatab jadi warga yang tidak di coklit bisa datang ke posko dan nanti petugas bantu berkoordinasi dengan penyelenggara supaya di coklit,”katanya.
 
Coklit tersebut berlangsung dari 20 Januari sampai dengan 18 Februari 2018. Coklit ini dilakukan dalam rangka pemutakhiran data pemilih untuk kepentingan pemilu tahun 2018.
Total DP4 di kabupaten TTS yang di coklit kata Melki berjumlah 316.594 yang tersebar di 921 TPS di wilayah 278 desa/kelurahan dalam 32 kecamatan di kabupaten TTS.
 
Dikatakan dari empat temuan tersebut pihaknya sudah bersepakat untuk memperkuat pengawasan di desa-desa karena tahapan pemutahiran data tersebut sangat rentan menimbulkan masalah di pemilu nanti.
 
Anggota KPU TTS, Romi Dau yang dikonfirmasi pertelepon membenarkan adanya persoalan di Molo selatan tersebut hanya saja pihaknya belum mendapat laporan soal kejadian di tiga kecamatan lainnya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *