Dana PIP Siswa SD GMIT Basmuti Belum Cair Karena Persoalan Ini

oleh -1.8K views
Kota SoE,Fakta TTS-Simon Banu, Kepala Sekolah (Kasek) SD GMIR Basmuti kecamatan Kuanfatu kabupaten TTS, provinsi NTT memberikan klarfikasi terkait pembayaran dana  bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2017 bagi siswa sekolah tersebut yang hingga kini belum dibayarkan.
Kepada Fakta TTS lewat telepon, Selasa (18/9/2018), Simon Banu mengatakan jatah PIP bagi 130-an siswa tersebut belum bisa dicairkan dari BRI karena syarat administrasi pencairan dana belum lengkap. ada 39 siswa yang belum lengkapi syarat administrasi pencairan dana dari bank.
Aturannya kata Simon, dana baru bisa dicairkan kalau seluruh siswa sudah lengkapi syarat. “kalau semua sudah lengkap baru bisa cair. masih ada 39 siswa yang belum lengkap sehingga belum bisa kita proses untuk pencairannya. saya tidak makan itu uang,”kata Simon dengan nada suara tinggi tanpa merincikan syarat seperti apa yang belum dilengkapi oleh 30-an siswa tersebut.
Simon mengaku kecewa dengan sikap dua orang tua siswa yang langsung menyampaikan persoalan tersebut ke media massa tanpa menemuinya lebih dahulu.
“kanapa mereka tidak tanya ke saya dulu tapi langsung mengadu ke media,”kata Simon yang mengaku tengah bersama-sama dengan kedua orang tua siswa di sekolah untuk mengklarfikasi persoalan tersebut.
Sebelumnya Maria Funay orang tua siswa Stiven Sakan dan Yuliana Nubatonis orang tua siswa Retno Agrita Enggelina Kase di redaksi Fakta TTS, Selasa (4/9/2018) mengatakan Juni 2017 lalu sudah dilakukan rapat di sekolah tersebut antara pihak orang tua siswa dan pihak sekolah. dan dalam rapat tersebut pihak sekolah meminta siswa untuk melengkap persyaratan pencairan dana tersebut.
Kata Maria, para orang tua siswa kemudian melengkapi syarat yang diminta namun herannya hingga Selasa kemarin anak-anak mereka belum juga menerima jatah mereka.
Dalam rapat tambah Maria, kasek SD GMIT Basmuti, Habel Banu menyampaikan uang tersebut nanti akan diserahkan langsung oleh BRI cabang SoE dengan mendatangi langsung siswa di sekolah. namun hingga Selasa pihak BRI tak kunjung datang untuk menyerahkan jatah para siswa.
Mereka kemudian mengkonfirmasi pihak sekolah namun mereka hanya diminta menunggu. “kami diminta untuk tunggu karena pak kepala sekolah masih mau ke BRI untuk urusan pembayarannya, tapi sampai sekarang belum juga. yang kita terima pertama beberapa tahun lalu itu setelah berkas masuk beberapa hari kemudian kita sudah terima tapi kali ini kok bisa lama sekali begini?, padahal kami butuh untuk keperluan sekolah anak kami,”katanya.
Yuliana Nubatonis mengatakan jatah anak mereka Rp 450 ribu pertahapnya.
Pimpinan cabang BRI SoE, Venny Amalo yang dikonfirmasi via telepon mengatakan uang sudah berada di rekening para siswa. soal proses pembayaran kata Venny, siswa bisa ambil langsung ke rekening bisa juga diserahkan pihak sekolah.
Ia mengaku beberapa bulan lalu Kasek Habel Banu pernah mendatangi BRI cabang SoE menyampaikan rencana pembayaran langsung dari BRI ke anak, dan pihaknya menyampaikan kepada kasek Banu agar menyiapkan semua persyaratan. Namun tambah Venny, setelah pertemuan itu kasek Banu tak lagi muncul di BRI cabang SoE untuk menyampaikan soal penyiapan kelengkapan syarat pencairan dana tersebut.
“kami minta lengkapi semua syarat baru kita bayarkan namun setelah pertemuan itu kasek tidak datang lagi, kami belum tahu sudah sejauh mana prosesnya karena kami belum dapat informasi lagi dari kaseknya,”katanya. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *