Dua Guru SDK Yaswari Noetoko Mengaku Dilarang Mengajar

oleh -1.4K views
Noetoko, Fakta TTS-Dua orang guru SDK Yaswari Noetoko kecamatan Amanatun Selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Mikael Banunaek dan Stefanus Banunaek mengaku dilarang mengajar oleh kepala sekolah SDK Yaswari Noetoko, RD. Petrus Damianus Lewo Tapo tanpa alasan yang jelas.
Mikael Banunaek kepada wartawan di SoE.Selasa (9/1/2018) mengatakan larangan disampaikan kasek RD.Petrus saat rapat bersama para guru pada Senin (8/1/2018) di ruang rapat SDK Yaswari Noetoko.

“Pada rapat kemarin kepala sekolah bilang kami tidak boleh lagi mengajar di sekolah ini dan silakan kembali ke sekolah asal kalian,”kata Mikael meniru ucapan Romo Petrus.

“Tidak ada penjelasan mengenai alasan sehingga kami berdua dilarangan untuk mengajar di SDK Yaswari Noetoko,”lanjut Mikael.

Sebagai salah seorang pendiri sekolah tersebut Mikael dan Stefanus yang telah puluhan tahun mengabdi di sekolah itu merasa kesal dengan tindakan yang diambil kepala sekolahnya. Bukan hanya itu tanah untuk mendirikan sekolah tersebut juga atas pemberian keluarga Banunaek.

“Saya adalah salah satu perintis berdirinya sekolah itu, kenapa tanpa alasan yang jelas Kepala Sekolah seenaknya melarang kami untuk tidak boleh mengajar disitu. Tanah untuk dirikan sekolah itu juga kami yang kasih pa,”kesal Mikael.

Menurut Mikael yang bisa melarang atau memindahkan dia bersama Stefanus yang nota bene adalah guru PNS hanyalah atasan langsung mereka yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten TTS.

“Yang bisa pindahkan kami dari sekolah itu untuk mengajar di sekolah lain hanyalah kepala dinas, bukan yayasan,” kata Mikael.

Baik Mikael maupun Stefanus berencana untuk mengadukan masalah tersebut ke Kepala Dinas P dan K Kabupaten TTS untuk mencari solusi terbaik. “Kami akan adukan masalah ini kepada Kepala Dinas,” tutur Mikael.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Sekolah SDK Yaswari Noetoko Romo Petrus Damianus Lewo Tapo belum berhasil dikonfirmasi. Sedangkan Kepala Dinas P dan K Kabupaten TTS Drs. Edison Sippa yang dihubungi baik via telepon selularnya maupun pesab singkat (SMS) belum memberikan respon.(pau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *