Ini Respon Dinas P & K Soal Dua Guru SDK Yaswari Noetoko

oleh -1.6K views
Eddyson Sipa, kepala dinas P dan K kabupaten TTS
Kota SoE, Fakta TTS-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum mendapat pengaduan resmi dari Mikael Banunaek dan Stevanus Banunaek, guru SDK Yaswari Noetoko kecamatan Amanatun Selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang mengaku dilarang mengajar oleh kepala sekolah SDK Yaswari Noetoko, RD. Petrus Damianus Lewo Tapo tanpa alasan yang jelas.

Eddy Sipa, kadis P dan K kabupaten TTS mengatakan yayasan punya kewenangan soal kebutuhan guru untuk ditempatkan di sekolah dimaksud dan jika yayasan tidak memerlukan lagi guru PNS di sekolah yang dinaungi maka yayasan bisa menyurati bupati TTS sebagai pembina ASN untuk menyampaikan hal itu.
“Terima kasih atas informasi tentang ketidaknyamanan guru SDK Yaswari Noetoko dalam melaksanakan tugas dan sebagai info bahwa kami belum dapat pengaduan resmi untuk.kami tindak kanjuti karena kewenangan ada di pimpinan Yayasan dan jika benar pihak Yayasan tidak membutuhkan PNS yang bersamgkutam maka ketua yayasan akan menyurati Bupati sebagai pembina ASN untuk.tarik kembali dan tempatkan di sekolah negeri. Trims,”demikian penjelasan kadis Eddy Sipa yang disampaikan lewat layanan whatsApp kepasa Fakta TTS, Selasa (9/1/2018).

Sebelumnya Mikael Banunaek dan Stefanus Banunaek mengaku dilarang mengajar oleh kepala sekolah SDK Yaswari Noetoko, RD. Petrus Damianus Lewo Tapo tanpa alasan yang jelas saat rapat bersama para guru pada Senin (8/1/2018) di ruang rapat SDK Yaswari Noetoko.

“Pada rapat kemarin kepala sekolah bilang kami tidak boleh lagi mengajar di sekolah ini dan silakan kembali ke sekolah asal kalian,”kata Mikael meniru ucapan Romo Petrus.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Sekolah SDK Yaswari Noetoko Romo Petrus Damianus Lewo Tapo belum berhasil dikonfirmasi.(pau/jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *