Kapan Ada SMK di Babuin?

oleh -2.1K views
Kota SoE, Fakta TTS-‘Kapan ada SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Babuin?’. Pertanyaan tersebut mengemuka dalam tatap muka anggota DPRD provinsi NTT, Jefri Un Banunaek dan Jimmy Sianto, ketua Komisi V dengan 30-an siswa kelas jauh SMK Negeri I SoE bersama orang tua mereka di aula SMK Negeri I SoE, Jumat, (23/3/2018) siang.
Pertanyaan itu terlontar dari mulut Jimmy Sianto sebelum menanggapi aspirasi yang disampaikan Leo Sae, orang tua siswa SMK Kelas Jauh Babuin dan Yoppi Tapenu alumni SMK Negeri I SoE. Pertanyaan itu muncul karena ketika diberi kesempatan, tak ada lagi siswa, pengajar ataupun orang tua lainnya yang memberi pertanyaan atau aapirasi setelah Leo dan Yoppy. ” saya rasa cukup, karena kayaknya siswa atau orang tua lainnya juga berpikir inti dari yang mau disampaikan sudah disampaikan bapak Leo tadi yaitu, Kapan SMK ada di Babuin,”kata Jimmy.
Dalam tanggapannya wakil partai Hanura ini mengatakan dari pernyataan Leo yang mewakili orang tua siswa jelas bahwa mereka dan warga di Babuin sangat mendambakan adanya satu SMK di wilayah itu. Sehingga tak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menjawab aspirasi itu sepanjang itu memenuhi syarat tekhnis pendirian atau pengadaan sekolah baru di wilayah itu.
Jimmy mengatakan sekembali dari kunjungan kerja tersebut ia segera memanggil kepala bidang SMK dinas pendidikan provinsi NTT untuk turun mengcek kondisi lapangan dan memproses pendirian SMK di Babuin dengan memperhatikan syarat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Ini kekurangan kita. Saya sudah sering bicara dengan kadis pendidikan untuk  buka sekolah di lokasi-lokasi yang patut dibangun jika syaratnya sudah terpenuhi..pemerintah harus bangun SMK di Babuin. Setelah dari sini saya akan panggil kabid SMK untuk cek syarat dan turun ke Babuin untuk proses ini,”katanya.
Leo Sae, salah satu orang tua siswa mengatakan pada tahun 2016 lalu warga telah menyerahkan lahan ke.pemerintah untuk bangun sekolah dan pada Juni tahun 2016 dibuka kelas jarak jauh di Babuin dari SMK Negeri I SoE.
Mereka mengharapkan pemerintah membangun gedung sekolah SMK sendiri di Babuin karena untuk mengurangi beban orangtua dalam membiayai anaknya yang ingin melanjutkan sekolah ke SMK. Lulusan SMP di wilayah Babuin kecamatan Kolbano yang mencapai sekitar 300 orang juga dianggap suatu alasan yang layak untuk dibangun SMK di wilayah itu. Selain itu jarak dari sekolah menengah atas di Kolbano yang mencapai sekitar 25 kilometer juga menjadi alasan tersendiri.
Kelas jauh SMK Negeri I di Babuin kata Leo kini memiliki 38 siswa dengan 9 orang guru honor. Para guru honor tersebut kata Leo, jasa mengajarnya di bayar menggunakan uang iuran bulanan sebesar Rp 25.000 persiswa yang disetor orang tua siswa perbulannya. ” ini memang kecil tapi kemampuan kami di desa hanya begitu. Awalnya sekolah minta Rp 50 ribu persiswa tapi kami minta turun Rp 25 ribu saja karena kami tidak mampu kalau Rp 50 ribu,”katanya.
Jefri Un Banunaek mengatakan pembangunan SMK pertanian peternnakan sejalan dengan instruksi presiden Joko Widodo untuk perbanyak SMK di daerah.
Kondisi masyarakat dan wilayah kabupaten TTS dianggap sangat layak untuk membangun tambahan sekolah kejuruan atau SMK terutama jurusan Peternakan dan pertanian karena sebagian besar penduduk kabupaten TTS adalah petani dan peternak.
Keberadaan SMK di Babuin dianggap juga bisa membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja di kabupaten TTS karena lukusan SMK dituntut untuk membuka usaha sendiri.
Koordinator pengawas (korwas) pendidikan menengah, Tus Neolaka mengatakan aspirasi pembangunan gedung sendiri untik SMK Babuin tersebut sudah lama disampaikan warga hanya belum direspon.
“Lahan sudah disiapkan hanya untuk pembangunan fisik belum ada pendanaan,”katanya.
Tus Neolaka mengatakan untuk pendirian sebuah sekolah ada 34 syarat tekhnis salah satunya soal lahan. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *