Sapi Mati Beruntun Di Molo, Terdata 64 Ekor

oleh -1.6K views
Tuthem, Fakta TTS-Ternak Sapi piaraan warga sejumlah desa di wilayah Molo kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggarà Timur (NTT) dalam sebulan terakhir mati beruntun. Diperkirakan warga sapi-sapi yang mati berseliweran di lapangan sudah lebih dari 100 ekor di desa Tuthem dan Tobu kecamatan Tobu namun yang terdata oleh warga sebanyak 64 ekor.
Hendrik Tasuap, salah satu pemilik sapi yang mati, kepada Fakta TTS melalui telepon, Kamis (8/3/2018) malam mengatakan warga sudah menyampaikan kejadian tersebut ke aparat desa dan kecamatan namun hingga Kamis belum direspon pemerintah.
Ia menjelaskan hampir setiap hari dalam sebulan terakhir warga selalu mengungkapkan ada sapi mereka yang mati. “Hampir setiap hari selalu ada warga yang kasitahu ada sapi mati. Kami sampai sudah bosan. Yang baru mati kami potong dagingnya untuk kami makan, tapi yang sudah mati lama tidak kami makan,”katanya.
Pengamatan mereka kata Tasuab sebelum mati sapi awalnya mengalami bengkak di kepala, hidung dan mulut keluar buih dan lemas. Kondisi itu berlangsung satu sampai dua hari sebelum mati.
“Yang mati di padang dan yang diikat kira-kira sudah seratus lebih pak tapi yang kami catat baru sekitar 60 ekor,”kata Tasuap, mantan aparat desa Tuthem.
Sapi-sapi di desa Tuthem yang terdata mati adalah milik Benyamin Leob 20 ekor, Tofilus Pinat 8 ekor, Semuel Tasuab 3 ekor, Nikodemus Nomeni 2 ekor, Hendrik Tasuab 12 ekor, Agus Haekase 3 ekor, Benyamin Haekase 2 ekor, Rahmawati Tasuab 1 ekor, Oktovianus Tasuab 2 ekor, Yohanis Nomeni 1 ekor, Risel Liasana 2 ekor, Lamber Lasfeto 1 ekor. Di desa Tobu Sadrak Tua 2 ekor, Sem Tola 4 ekor dan Metusak Sunbanu 1.
Kepala dinas peternakan kabupaten TTS, drh. Benyamin Billi yang dikonfirmasi pertelepon Jumat (9/3/2018) pagi mengatakan laporan resmi kasus tersebut belum diterima namun informasi lisan yang disampaikan Eppy Tahun, salah satu calon bupati TTS, Kamis malam. Sehingga Jumat pagi ini pihaknya akan mengecek informasi tersebut ke lapangan.”kita mau turun ke lapangan untuk cek informasi tersebut. Kalau benar kita langsung bertindak,”kata kadis Benyamin Billi yang menyampaikan Kamis siang petugas pos kesehatan hewan kecamatan Tobu berada di wilayah itu namun tidak diperoleh informasi soal adanya sapi-sapi milik warga yang mati beruntun.
Anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek mengatakan kejadian seperti itu bukan hal baru karena sudah sering terjadi setiap tahunnya di wilayah Molo. Karena itu ia menyarankan agar pihak dinas peternakan mengoptimalkan pelayanan petugas kesehatan hewan di kecamatan sehingga dapat secepat mungkin melakukan upaya pencegahan. “Jangan tunggu ada kejadian baru bertindak tapi baiknya lakukan monitoring dan rutin kordinasi dengan warga sehingga bisa tahu lebih cepat. Kejadian-kejadian macam itu kan terjadi setiap tahun,”katanya.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *