Tragis, Sempat Ditolak Dokter, Ibu Dan Bayi Meninggal di RSUD SoE

oleh -6.2K views

Kota SoE,Fakta TTS-Kisah tragis dalam layanan persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SoE kembali terjadi setelah dialami Johana Da Silva sekitar bulan April tahun 2017 lalu.

Kali ini dialami Heri Takaeb (26), warga desa Oelbubuk kecamatan Molo Tengah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Heri dan bayinya meninggal berikutan dalam pelayanan operasi melahirkan oleh dokter RSUD SoE, Kamis (25/1/2018) malam. Bayi Heri sudah meninggal saat lahir dan Heri meninggal beberapa saat kemudian usai operasi.
Jemsius Taneo, Suami Heri kepada Fakta TTS, Sabtu (27/1/2018) pagi menganggap isteri dan anak keduanya itu meninggal karena keterlambatan penananganan medis di RSUD SoE karena Kamis pagi sekitar pukul 09.00 wita mereka sudah bertemu dokter Budi di poli bersalin untuk meminta pelayanan setelah menyelesaiakan administrasi di poli umum namun saat itu dokter Budi tolak memberikan pelayanan karena tidak ada surat rujukan dari puskesmas daerah asal mereka.
“Dokter bilang harus ikut prosedur. Karena tidak ada rujukan maka tidak bisa langsung ditangani,”katanya.
Ia pun meninggalkan isteri dan mertuanya di depan poli bersalin dan menuju puskesmas Binaus untuk meminta rujukan. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan kepala puskesmas Binaus namun kepala puskesmas juga tidak bersedia mengeluarkan surat rujukan ditengah jalan.
Kata Jemsius ia kemudian kembali ke RSUD SoE dan mendapati isterinta masih di depan poli bersalin menahan sakit. Beruntung saat itu mertuanya melihat ada bidan dari puskesmas Binaus di RSUD SoE. Bidan ini kemudian membawa mereka ke puskesmas Binaus untuk mendapat pelayanan. “Kami tiba di puskesmas Binaus sekitar jam 11 siang,”katanya.
Namum kata Jemsius, beberapa jam mendapat layanan puskesmas isterinya tak kunjung melahirkan sehingga pihak puskesmas membuat rujukan ke RSUD SoE. Mereka kemudian kembali ke RSUD SoE dan tiba sekitar pukul 18.00 wita atau sekitar jam 6 sore. “Kami sampai dokter budi yang layani tapi sepertinya darah putih sudah naik, isteri saya lemah karena mungkin kehabisan tenaga. Dokter Budi kemudian bilang harus operasi. Saat lahir anak saya sudah meninggal kalau isteri beberapa jam kemudian baru meninggal di ruang ICU di ruang operasi,”katanya.
Salah seorang saudari Heri mengatakan Jemsius dan isterinya itu langsung ke RSUD karena pada Kamis pagi itu mereka sedang berada di rumah mertua Jemsius di Nifuboko-Kota SoE dan Heri mendadak merasa sakit perut dan mendapat tanda akan melahirkan sehingga mertua perempuannya langsung membawa Heri ke RSUD SoE.
Dengan kartu BPJS yang dipegang mereka diterima di poli umum dan setelah membayar administrasi layanan lewat bank NTT mereka kemudian diarahkan ke poli bersalin. Namun disana pihak poli bersalin menuntut adanya surat rujukan baru dilayani.
Pihak RSUD SoE belum berhasil dikonfirmasi terkait ini. Nomor telepon seluler Direktur RSUD SoE, dr. Ria Tahun tidak aktif ketika dihubungi sekitar pukul 10.27 wita untuk dikonfirmasi. (Jmb)

One thought on “Tragis, Sempat Ditolak Dokter, Ibu Dan Bayi Meninggal di RSUD SoE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *