Dinas P&K TTS Sosialisasi DAK Fisik, Bupati Minta Item Kerja Ini Diawasi Ketat

oleh -2.4K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Kamis (23/5/2019) melakukan sosialisasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik reguler dan afirmasi bidang pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama TA 2019 di aula Mutis kantor bupati TTS.
Sosialisasi ini diikuti para kepala sekolah menengah pertama, pengawas pendidikan dan para guru serta ASN.
Kajari TTS, Fachrizal,SH juga hadir dalam acara tersebut dan membawakan materi soal pencegahan penyalahgunaan keuangan negara. Materi sosialisasi soal kebijakan umum DAK disajikan kadis P dan K kabupaten TTS, Eddy Sipa.
Sosialisasi ini dibuka bupati Egusem Piether Tahun. Pada pembukaan kegiatan bupati Egusem menjelaskan sejumlah hal terkait pemanfaatan DAK dari mekanisme pencairan dana hingga pada hal-hal yang patut diawasi ketat oleh pihak sekolah maupun pihak pengawas pekerjaan  saat fisik proyek dikerjakan.
Bupati Egusem mengatakan pengurangan volume pekerjaan bisa terjadi yang tujuannya untuk merauo keuntungan dari proyek yang dikerjakan karena itu pelaksanaan pekerjaan perlu diawasi ketat agar pekerjaan yang dilakukan berkualitas dan bermanfaat panjang bagi masyarakat.
“Setelah pencairan tahap pertama saya akan ikuti, data sekolah-sekolah sudah ada jadi nanti saat kunjungan kerja ke desa saya akan lihat langsung bagaimana realisasi fisiknya berkualitas dan tepat waktu atau tidak,”katanya.
Ia menyampaikan sejumlah item kerja yang berpeluang dijadikan celah bagi pekerja untuk dapat untung. Diantaranya saat pekerjaan fondasi bangunan. “Di RAB biasanya di dasar fondasi ditaruh pasir dengan ketebalan lima centimeter baru batu, namun disini bisa saja tidak dialas pasir tapi langsung pasang batu. Fondasi juga biasanya berbentuk trapesium, dari bawah tebal diatas lebih tipis tapi kadang dibuat vertikal. Ini sudah mengurangi volume fisik sekian persen. Kalau buat begini maka bangunan tidak tahan lama karena fondasi kurang baik, dan cara begini-begini yang biasanya jadi temuan,”katanya.
Contoh lainnya bupati Egusem menyebut pekerjaan tembok, tiang beton dan atap bangunan.
Tiang beton yang menggunakan rangkaian besi kata bupati perlu juga diawasi ketat. Karena bisa saja jarak antara ring kawat besi yang menyatukan kawat tiang beton tidak sesuai dengan RAB. Atau juga ukuran besi yang digunakan tidak sesuai dengan spek. “Bisa saja yang seharusnya besi 10 Mili tapi dipakai 8 Mili atau jarak antara behel harusnya 15 centi dibuat 20 centi. Inikan hemat bahan, biaya tapi bangunan tidak akan kuat,”kata Egusem yang menegaskan perlunya dokumentasi semua tahapan kegiatan pekerjaan.
Dikatakan hal-hal yang disampaikan itu akan menjadi obyek pemeriksaannya saat ia melihat langsung pekerjaan di lapangan.
Bupati juga mengingatkan soal pelunasan pajak atas penghasilan pekerjaan yang tak boleh dibayar terlambat.
Pada kesempatab tersebut juga dilakukan penandatangan kontrak kerja fisik oleh kepala sekolah dan PPK untuk sejumlah SMP Negeri yang mendapat bantuan DAK tahun ini yakni rehab bangunan SMP Negeri Teas, pembangunan Jamban SMP Negeri I Amanuban timur, Pembangunan laboratorium SMP Negeri Matani, pembangunan Ruang Kelas Baru SMP Negeri Hauhasi dan pembangunan perpustakaan untuk SMP Negeri satu atap OeUe.
Penandatanganan kontrak ini disaksikan bupati Eppy Tahun dan sejumlah ASN yang hadir. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *