Masa “Home Learning” di TTS Diperpanjang, Kadis Keliling Sekolah

oleh -5.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Kepala dinas (kadis) Pendidikan dan kebudayaan (P & K) kabupaten TTS, Eddyson Sipa menyampaikan masa pembelajaran di rumah atau home learning bagi siswa dan tenaga pendidik untuk tingkatan pendidikan dari PAUD hingga SLTP/sederajat, negeri maupun swasta di kabupaten TTS diperpanjang yang semula hanya sampai 1 April 2020 diperpanjang hingga 21 April 2020. Aktifitas pembelajaran di sekolah baru akan dilaksanakan pada 22 April 2020.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran bupati TTS nomor : Dikbud. 06.01.03/435/2020 tentang perubahan atas surat edaran bupati TTS nomor: Dikbud. 06.01.03/394/2020 tentang pembenaran di rumah atau home learning.
Disampaikan kadis Eddy Sipa, ditengah masa home hearing tersebut para guru atau tenaga pendidik diminta tetap mempersiapkan bahan pembelajaran bagi siswa dan pembelajaran tersebut bisa menggunakan salah satu dari tiga metode ajar yang ada yakni online, offline dan manual. Pilihan metode ajar disesuaikan dengan kondisi sekolah.
Untuk metode online yang mana pembelajaran menggunakan jaringan internet dimana guru menyajikan materi ajar yang diikuti langsung oleh siswa lewat aplikasi internet. Kemudian ada metode offline, yang mana para guru bisa mengunduh materi pembelajaran dari internet kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada siswa untuk dipelajari dan dikerjakan di rumah baru nantinya di kumpulkan ke guru. Kemudian metode pilihan berikut adalah metode penugasan manual yaitu sebelumnya guru memberikan tugas kepada siswa sesuai kompetensi untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan saat masuk sekolah.
“Metode pembelajaran yang dipakai disesuaikan dengan kondisi sekolah. Kalau tidak ada jaringan internet bisa secara manual,”kata Eddy Sipa.
Ia mengatakan untuk memastikan tidak ada sekolah yang melaksanakan aktifitas pembelajaran di tanggal 2 April ini (batas waktu home learning pertama) maka pihaknya berkeliling ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemantauan langsung. “Jika ada yang masuk sekolah kita suruh pulang dan belajar dari rumah. Nanti kalau sampai tanggal 22 saat masuk kembali, kondisi belum memungkinkan baru kita koordinasikan lagi dengan Pemda untuk kebijakan selanjutnya,”katanya.
Selain edaran bupati TTS kata Eddy Sipa, terkait pelaksanaan home learning ini juga ada instruksi dari gubernur NTT.
Dalam instruksi bernomor : 443/101/PK/2020 tentang Peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi virus Corona disease 2019 (covid-19) pada satuan pendidikan di provinsi NTT, yang diperoleh fakta-tts.com, selain soal home learning, dalam instruksi bertanggal 30 Maret 2020 tersebut juga  menjelaskan soal meniadakan kegiatan Ujian Nasional dan uji kompetensi keahlian tahun ajaran 2019/2020. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *